ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

WFH Seminggu Sekali Dinilai Tak Ganggu Produktivitas Kerja

Jumat, 3 April 2026 | 09:06 WIB
DM
DM
Penulis: Djibril Muhammad | Editor: DM
Pengamat ekonomi energi dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Yayan Satyakti (kiri), ekonom Universitas Pasundan (Unpas) Acuviarta Kartabi (tengah), dan pengamat kebijakan publik Unpad Bonti Wiradinata (kanan) dalam diskusi kemandirian energi di Bandung, Selasa, 20 Januari 2026.
Pengamat ekonomi energi dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Yayan Satyakti (kiri), ekonom Universitas Pasundan (Unpas) Acuviarta Kartabi (tengah), dan pengamat kebijakan publik Unpad Bonti Wiradinata (kanan) dalam diskusi kemandirian energi di Bandung, Selasa, 20 Januari 2026. (Antara/Ricky Prayoga)

Jakarta, Beritasatu.com - Kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) dinilai tidak akan mengganggu produktivitas kerja secara signifikan, terutama jika diterapkan secara terbatas. 

Pakar kebijakan publik dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Bonti Wiradinata, menyebut WFH justru menjadi bagian dari transformasi budaya kerja nasional sekaligus mendukung efisiensi energi. 

“WFH satu hari dalam seminggu tidak akan mengganggu produktivitas secara signifikan. Bahkan dapat meningkatkan kepuasan kerja karena work life balance,” ujar, Kamis (2/4/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut Bonti, kebijakan ini sangat relevan diterapkan pada sektor jasa dan teknologi, yang tidak bergantung pada kehadiran fisik secara penuh di kantor.

Meski demikian, Bonti mengakui masih ada tantangan, terutama pada sektor layanan publik yang belum sepenuhnya terdigitalisasi. Untuk itu, pemerintah didorong mempercepat penerapan konsep integrated digital work (IDW).

Dengan sistem tersebut, kinerja aparatur sipil negara (ASN) tetap dapat dipantau dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

Dari sisi ekonomi, kebijakan WFH juga dinilai mampu memberikan efisiensi biaya operasional. Penghematan ini bisa dialihkan untuk investasi teknologi yang pada akhirnya meningkatkan produktivitas dalam jangka panjang.

Selain itu, pengurangan aktivitas kantor juga berpotensi menekan konsumsi listrik secara signifikan. “Dengan asumsi 20-30% tenaga kerja melakukan WFH, konsumsi listrik perkantoran bisa menurun cukup besar,” jelasnya.

Namun, ia mengingatkan penghematan bahan bakar minyak (BBM) tidak otomatis terjadi. Alasannya, ada kemungkinan pegawai tetap bepergian meski sedang menjalankan WFH.

Bonti juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur transportasi publik yang terintegrasi sebagai bagian dari kebijakan efisiensi energi secara menyeluruh. “Tanpa itu, penghematan di hari kerja bisa terbayar oleh peningkatan mobilitas saat akhir pekan,” katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

WFH ASN Diklaim Hemat Anggaran Perjalanan Dinas Rp 1,95 Triliun

WFH ASN Diklaim Hemat Anggaran Perjalanan Dinas Rp 1,95 Triliun

NASIONAL
2 Pekan WFH Diberlakukan, Belum Ada ASN yang Melanggar

2 Pekan WFH Diberlakukan, Belum Ada ASN yang Melanggar

NASIONAL
Pemprov Kepri Ubah Jadwal WFH ASN dari Jumat ke Rabu

Pemprov Kepri Ubah Jadwal WFH ASN dari Jumat ke Rabu

KEPULAUAN RIAU
WFH ASN Pengaruhi Pengguna Commuter Line

WFH ASN Pengaruhi Pengguna Commuter Line

JAKARTA
WFH ASN Jadi Sorotan, Jangan Sampai Jadi Ajang Kerja Sampingan

WFH ASN Jadi Sorotan, Jangan Sampai Jadi Ajang Kerja Sampingan

NASIONAL
Hari Pertama WFH ASN, Angka Penumpang LRT Jabodebek Turun 10 Persen

Hari Pertama WFH ASN, Angka Penumpang LRT Jabodebek Turun 10 Persen

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon