ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

WFH ASN Jadi Sorotan, Jangan Sampai Jadi Ajang Kerja Sampingan

Sabtu, 11 April 2026 | 20:41 WIB
CN
DM
Penulis: Chandra Adi Nurwidya | Editor: DM
Kebijakan bekerja dari rumah (work from home/WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) mulai mendapat sorotan dari kalangan akademisi. Selain bertujuan menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), kebijakan ini dinilai membutuhkan evaluasi ketat agar tidak berdampak pada kinerja layanan publik.
Kebijakan bekerja dari rumah (work from home/WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) mulai mendapat sorotan dari kalangan akademisi. Selain bertujuan menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), kebijakan ini dinilai membutuhkan evaluasi ketat agar tidak berdampak pada kinerja layanan publik. (Beritasatu.com/Chandra Adi Nurwidya)

Yogyakarta, Beritasatu.com - Kebijakan bekerja dari rumah (work from home/WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) mulai mendapat sorotan dari kalangan akademisi. Selain bertujuan menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), kebijakan ini dinilai membutuhkan evaluasi ketat agar tidak berdampak pada kinerja layanan publik.

Dosen manajemen kebijakan publik Universitas Gadjah Mada (UGM), Agustinus Subarsono, menegaskan keberhasilan WFH sangat bergantung pada sistem pengawasan berbasis kinerja. “Ketika budaya kerja masih bergantung pada perintah atasan dan belum mandiri, WFH berpotensi menurunkan produktivitas karena ASN bisa terdistraksi pekerjaan domestik,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).

Ia menekankan pentingnya penerapan standar kerja yang jelas dengan indikator berbasis output. Selain itu, diperlukan sistem monitoring terukur, seperti timesheet serta pertemuan daring secara rutin. Menurutnya, tanpa mekanisme tersebut, efektivitas WFH akan sulit diukur secara objektif.

ADVERTISEMENT

Subarsono juga mengingatkan pemerintah agar tidak hanya berfokus pada asumsi efisiensi anggaran. Ia menilai perlu kajian lebih dalam untuk memastikan apakah penghematan yang dihasilkan benar-benar signifikan terhadap APBN maupun APBD. “Jangan sampai hanya asumsi biaya listrik berkurang, tetapi tidak berdampak nyata secara fiskal,” katanya.

Selain itu, ia menyoroti potensi penyalahgunaan kebijakan, terutama jika WFH diterapkan mendekati akhir pekan. “ASN berpotensi memanfaatkan WFH untuk pekerjaan sampingan,” tambahnya.

Untuk memastikan kebijakan berjalan efektif, ia menyarankan evaluasi berkala dengan empat indikator utama, yakni capaian target kerja, ketepatan waktu, kualitas hasil, serta partisipasi dalam aktivitas digital.

Menurutnya, tanpa pengawasan ketat dan evaluasi berbasis data, kebijakan WFH berisiko tidak optimal dalam mendukung kinerja ASN maupun kualitas pelayanan publik.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

WFH ASN Diklaim Hemat Anggaran Perjalanan Dinas Rp 1,95 Triliun

WFH ASN Diklaim Hemat Anggaran Perjalanan Dinas Rp 1,95 Triliun

NASIONAL
2 Pekan WFH Diberlakukan, Belum Ada ASN yang Melanggar

2 Pekan WFH Diberlakukan, Belum Ada ASN yang Melanggar

NASIONAL
Pemprov Kepri Ubah Jadwal WFH ASN dari Jumat ke Rabu

Pemprov Kepri Ubah Jadwal WFH ASN dari Jumat ke Rabu

KEPULAUAN RIAU
WFH ASN Pengaruhi Pengguna Commuter Line

WFH ASN Pengaruhi Pengguna Commuter Line

JAKARTA
Hari Pertama WFH ASN, Angka Penumpang LRT Jabodebek Turun 10 Persen

Hari Pertama WFH ASN, Angka Penumpang LRT Jabodebek Turun 10 Persen

JAKARTA
Pemkab Sangihe Siap Terapkan WFH untuk ASN

Pemkab Sangihe Siap Terapkan WFH untuk ASN

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon