Gibran Tegaskan Usulan JK Naikkan BBM Tak Sejalan Arahan Presiden
Kamis, 9 April 2026 | 18:05 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka merespons pernyataan Wakil Presiden ke-10 RI Jusuf Kalla (JK) terkait usulan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Gibran menekankan, usulan tersebut tidak sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang telah menegaskan tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).
“Mohon maaf hal tersebut tidak sejalan dengan arahan Bapak Presiden Prabowo yang secara jelas dan tegas telah memerintahkan jajarannya untuk menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi agar tetap terjangkau oleh masyarakat kecil,” ujar Gibran dalam keterangan tertulis kepada wartawan yang dirilis Kamis (9/4/2026).
Gibran menjelaskan, pemerintah tengah fokus dapat terus menjaga stabilitas harga BBM sekaligus melakukan efisiensi anggaran agar dalam 12 bulan ke depan agar masyarakat tidak terdampak oleh perubahan harga energi.
“Pemerintah bertekad melakukan efisiensi dan refocusing anggaran untuk melindungi masyarakat lapisan bawah agar tidak terbebani efek berantai dari kenaikan harga BBM seperti kenaikan harga bahan pokok, biaya transportasi, dan lain-lain,” sambungnya.
Ia menilai, kondisi geopolitik global saat ini tak dipungkiri memicu berbagai potensi ancaman krisis di sejumlah sektor, seperti pangan, air, dan energi. Gibran menyebut, presiden menilai Indonesia relatif mampu bertahan menghadapi krisis pangan dan air. Namun untuk sektor energi, pemerintah masih harus konsisten berupaya memperkuat kemandirian melalui pengembangan energi baru dan terbarukan.
“Selain itu, akselerasi transisi menuju penggunaan kendaraan listrik dan energi terbarukan juga terus didorong. Hari ini Presiden Prabowo berkunjung ke Magelang untuk meresmikan pabrik perakitan kendaraan listrik. Ini sebagai salah satu bentuk keseriusan pemerintah,” ungkap Gibran.
Sebelumnya, usulan untuk menaikkan harga BBM disampaikan oleh Jusuf Kalla pada Rabu (1/4/2026).
"Ya kalau mau seperti dahulu yang kita lakukan pada 2005-2006, saat krisis dengan menaikkan harga. Supaya dengan harga naik, otomatis orang mengurangi pemakaian BBM. Dia tidak pergi ke mana-mana kalau tidak perlu. Bisa mengurangi setengah pemakaian BBM. Tetapi kalau dikasih harga murah, orang seenaknya," tuturnya.
Meski, pada kesempatan yang sama, JK juga tetap mendorong masyarakat untuk kompak melakukan penghematan penggunaan energi.
"Hemat memakai BBM artinya angkutan umum lebih umum. Begitu juga seperti dianjurkan oleh Menteri Bahlil ya, untuk masak harus hemat. Banyak hal yang harus dihemat itu betul. Tetapi memang situasi banyak hal yang tidak bisa diatasi sendiri, karena memang ini naik harga pun karena harga BBM internasional semua kena," kata JK.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




