Bertemu Wakil PM Laos, Gibran Soroti Online Scam di Asia Tenggara
Selasa, 5 Mei 2026 | 16:14 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menerima Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Republik Demokratik Rakyat Laos, Thongsavan Phomvihane, dalam pertemuan bilateral di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026). Pertemuan yang berlangsung sekitar 45 menit itu membahas penguatan kerja sama strategis antara Indonesia dan Laos di bidang ekonomi, keamanan, dan politik termasuk masalah online scam yang semakin marak.
Dalam pertemuan tersebut, Gibran didampingi Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta serta Wakil Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Aminuddin Ma'ruf. Sementara delegasi Laos hadir dipimpin langsung oleh Thongsavan Phomvihane sebagai perwakilan pemerintah Laos dalam agenda diplomatik tingkat tinggi tersebut.
Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta menjelaskan, salah satu fokus pembahasan dalam pertemuan itu adalah peningkatan kerja sama di bidang keamanan, terutama dalam menghadapi ancaman kejahatan lintas negara yang kian berkembang, termasuk praktik penipuan daring (online scam) yang belakangan marak melibatkan warga negara Indonesia (WNI) di kawasan Asia Tenggara.
"Yang kedua kerja sama keamanan, terutama dalam menghadapi jaringan kejahatan internasional dan secara spesifik berhubungan dengan isu scam," ujar Wamenlu Anis Matta kepada awak media usai pertemuan.
Menurut Anis, penguatan koordinasi di sektor keamanan dan intelijen menjadi hal mendesak untuk ditingkatkan. Ia menyoroti bahwa selain Kamboja, Laos juga menjadi salah satu negara yang kerap dikaitkan dengan kasus penipuan daring lintas negara yang melibatkan WNI.
"Karena selain Kamboja, ada Laos yang juga banyak WNI yang terlibat dalam kasus ini, sehingga pengembangan kerja sama ini dalam kerja sama intelijen dan keamanan ini sangat penting untuk kita tingkatkan," jelasnya.
Selain isu keamanan, pertemuan bilateral itu juga membahas kerja sama ekonomi yang dinilai memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Meski tidak dirinci secara spesifik, kedua negara sepakat untuk memperkuat kemitraan ekonomi sebagai bagian dari hubungan bilateral yang semakin erat.
Di bidang politik, pembahasan turut menyinggung momentum penting yang akan datang, yakni peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Laos pada 2027. Pemerintah Indonesia memandang momen tersebut sebagai kesempatan strategis untuk memperluas cakupan kerja sama dan menghadirkan inisiatif baru yang lebih berdampak bagi kedua negara.
"Karena itu kita berpikir bahwa harus ada sesuatu yang lebih strategis yang bisa kita rayakan pada usia hubungan diplomatik kita yang sudah memasuki tahun ke-70 ini," tutur Wamenlu Anis Matta.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




