Buka Penas Petani Nelayan XVII, Gibran Puji Gerak Cepat Mentan Amran
Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:22 WIB
Gorontalo, Beritasatu.com - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming, secara resmi membuka Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan XVII tahun 2026 di Sport Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (20/6/2026). Dalam sambutannya, Gibran memberikan apresiasi kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang dinilai berhasil melakukan berbagai terobosan untuk memperkuat sektor pertanian nasional.
Menurut Gibran, Mentan Amran menunjukkan kinerja yang cepat, taktis, dan berorientasi pada penyelesaian persoalan yang dihadapi petani di lapangan. Salah satu langkah yang mendapat sorotan adalah penyederhanaan regulasi distribusi pupuk yang selama ini menjadi keluhan petani.
“Dalam kesempatan ini saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian yang sudah memangkas 145 regulasi syarat distribusi pupuk yang sekarang ini dinikmati oleh seluruh petani,” ujar Gibran saat membuka Penas Petani Nelayan XVII 2026 di Sport Center Limboto, Gorontalo.
Gibran menilai kebijakan penyederhanaan aturan distribusi pupuk menjadi langkah penting dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian. Dengan berkurangnya hambatan birokrasi, petani diharapkan dapat memperoleh pupuk lebih mudah dan tepat waktu.
Selain reformasi regulasi, pemerintah juga terus memperkuat sektor hulu pertanian melalui pembangunan dan revitalisasi infrastruktur industri pupuk nasional.
Dalam sambutannya, Gibran mengungkapkan pemerintah saat ini tengah menggenjot revitalisasi dan pembangunan tujuh pabrik pupuk beserta fasilitas penyedia bahan bakunya. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas produksi pupuk nasional sekaligus menjaga ketersediaan pasokan bagi petani.
“Ada juga revitalisasi dan pembangunan tujuh pabrik pupuk dan juga penyedia bahan baku pupuk yang sedang dilakukan. Pabrik yang sudah tua dan kurang efisien direvitalisasi; ada di Palembang, Karawang, Gresik, Bontang, Lhokseumawe, dan Papua,” jelasnya.
Revitalisasi tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional serta mendukung target swasembada pangan dalam beberapa tahun mendatang.
Wapres Gibran menegaskan kemudahan regulasi dan perbaikan infrastruktur pertanian merupakan fondasi utama dalam mewujudkan swasembada pangan Indonesia. Menurutnya, berbagai kebijakan yang telah dijalankan pemerintah harus dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh pemangku kepentingan.
Ia mengajak kepala daerah, petani, nelayan, serta pelaku sektor pangan yang hadir dalam Penas Petani Nelayan XVII untuk meningkatkan produktivitas dan memperkuat kolaborasi dalam pembangunan pertanian nasional.
"Infrastruktur sudah diperbaiki, regulasi sudah dipermudah. Sekarang tinggal giliran kita semua untuk gaspol meningkatkan produksi pangan nasional," pungkas Gibran.
Kehadiran Gibran di Gorontalo disambut antusiasme masyarakat dan peserta Penas Petani Nelayan XVII. Dalam acara tersebut, Wapres didampingi langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman serta Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan.
Penas Petani Nelayan XVII 2026 mengusung tema “Transformasi Teknologi dalam Mendukung Program Swasembada Pangan guna Mewujudkan Indonesia Lumbung Pangan Dunia Tahun 2045”. Kegiatan ini menjadi forum nasional yang mempertemukan puluhan ribu petani, nelayan, penyuluh, serta pemangku kepentingan sektor pangan dari seluruh Indonesia untuk berbagi inovasi, teknologi, dan praktik terbaik dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
AS Sebut Tak Ada Bukti Iran Kembali Tutup Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Prabowo Minta Masa Tunggu Haji Lebih Singkat dari Saat Ini




