ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ziarah ke Makam Gus Dur, Kapolri Kenang Semangat Reformasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:37 WIB
SM
SM
Penulis: Salman Mardira | Editor: SMR
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaksanakan ziarah di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Sabtu, 20 Juni 2026.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaksanakan ziarah di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Sabtu, 20 Juni 2026. (Antara/Divisi Humas Polri)

Jakarta, Beritasatu.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ziarah ke makam Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, menjelang Hari Bhayangkara ke-80, Sabtu (20/6/2026). Ziarah ini sebagai bentuk penghormatan atas peran Gus Dur dalam perjalanan reformasi nasional.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan Gus Dur memiliki kontribusi penting dalam penguatan institusi Polri menjadi lembaga yang profesional dan mandiri. 

Momentum ziarah tersebut juga menjadi pengingat bagi seluruh insan Bhayangkara untuk menjaga semangat reformasi, profesionalisme, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

ADVERTISEMENT

"Ziarah ini merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan Polri kepada para tokoh bangsa yang telah memberikan kontribusi besar bagi perjalanan demokrasi dan reformasi di Indonesia. Gus Dur memiliki peran penting dalam sejarah bangsa, termasuk dalam proses penguatan institusi Polri sebagai lembaga yang profesional dan mandiri," kata Johnny dikutip dari Antara.

Menurut dia, momentum ziarah menjelang Hari Bhayangkara ke-80 menjadi pengingat bagi seluruh insan Bhayangkara untuk terus menjaga semangat reformasi, profesionalisme, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Kapolri melaksanakan ziarah ke makam Gus Dur sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara yang diperingati setiap 1 Juli. Kapolri turut memanjatkan doa dan menaburkan bunga di pusara Gus Dur.

Kedatangan Kapolri disambut Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Machfudz atau Gus Kikin. Dalam kesempatan itu, Gus Kikin mengalungkan surban sebagai simbol penghormatan.

Gus Dur menjabat sebagai presiden RI pada 20 Oktober 1999 hingga 23 Juli 2001. Selama masa kepemimpinannya, agenda reformasi terus diperkuat melalui dorongan terhadap profesionalisme militer dan supremasi sipil dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Salah satu tonggak penting pada era tersebut ialah dikukuhkannya pemisahan TNI dan Polri melalui TAP MPR Nomor VI Tahun 2000 tentang Pemisahan TNI dan Polri serta TAP MPR Nomor VII Tahun 2000 tentang Peran TNI dan Polri.

Johnny menilai warisan pemikiran Gus Dur menjadi bagian penting dalam proses pembentukan Polri sebagai institusi yang profesional, modern, dan mandiri.

Selain dikenal sebagai tokoh reformasi, Gus Dur juga dikenang sebagai Bapak Pluralisme atas konsistensinya memperjuangkan nilai toleransi, keberagaman, dan penghormatan terhadap hak-hak warga negara.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon