Pakar Soroti 5 Hal Soal Kasus Positif Covid-19 Nyaris 2.000
Kamis, 23 Juni 2022 | 16:10 WIB
Tjandra juga menegaskan masih diperlukannya penggunaan masker di luar ruangan guna mencegah penularan Covid-19.
"Masker di luar ruangan jelas masih perlu, setidaknya untuk yang berisiko. Ada dua jenis risiko penularan. Ke satu pada mereka yang lansia, komorbid, gangguan imun, ke dua pada keadaan di mana risiko penularan lebih besar (kerumunan banyak orang, kontak dengan mereka yang bergejala). Tentu prokes secara umum harus jadi perhatian," tegasnya.
"Upaya surveilans ketat dan penyelidikan epidemiologi (PE) di lapangan jelas harus ditingkatkan, sebagai salah satu dasar utama pengendalian outbreak. Kalau bisa semua atau hampir semua kasus baru tersedia data dari mana dan bagaimana sehingga sampai tertular," tandasnya.
Baca Juga: Tjandra Yoga Sebut 5 Alasan Mengapa Pandemi Covid-19 Belum Berakhir
Tjandra juga menyoroti vaksinasi lengkap di Indonesia yang baru mencapai 60-an persen dari populasi penduduk. "Vaksinasi lengkap kita masih 60an persen (nomor dua terendah di ASEAN, hanya di atas Myanmar), dan booster bahkan masih 23-an persen. Jelas harus ada upaya khusus untuk ditingkatkan," paparnya.
Lebih lanjut pemerintah diminta untuk meningkatkan kewaspadaan kasus berat Covid-19 yang membuat pasien dirawat di rumah sakit. Hal itu terjadi karena ada negara yang melaporkan kasus berat akibat subvarian BA.4 dan BA.5 tersebut.
"Jadi, walaupun di anggap BA.5 dan BA.4 ini secara umum lebih ringan, tetapi masyarakat yang akhirnya masuk RS harus terjamin perawatannya. Kita juga belum sepenuhnya tahu tentang ada tidaknya dampak jangka panjang pada ribuan orang yang di bulan Juni ini sudah tertular Covid-19," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




