ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

IDAI: Anak Terinfeksi Covid-19 Berpotensi Kena Long Covid

Sabtu, 30 Juli 2022 | 20:38 WIB
MB
YD
Penulis: Maria Fatima Bona | Editor: YUD
Ilustrasi anak terpapar Covid-19.
Ilustrasi anak terpapar Covid-19. (Istimewa)

Seorang anak dikatakan mengalami MIS-C apabila mengalami gejala berikut ini, di antaranya;

  • Pertama, demam selama lebih dari tiga hari
  • Kedua, mengalami dua gejala penyerta di antaranya; ruam, konjungtivitis bilateral nonpurulen atau tanda inflamasi mukokutan (oral, tangan dan kaki). Kemudian, hipotensi atau syok, tanda-tanda disfungsi miokardium, perikarditis, vaskulitis atau abnormalitas koroner. Tanda-tanda ini dilihat dari pemeriksaan echo/peningkatan troponin/NT-proBNP. Selanjutnya, koagulopati/ ditandakan dengan pemanjangan PT aPTT, peningkatan D-Dimer. Kemudian, masalah gastrointestinal akut seperti diare, muntah, dan nyeri perut.
  • Ketiga, peningkatan penanda inflamasi seperti LED, CRP. Dan prokalsitonin tanpa adanya penyebab inflamasi lain.
  • Keempat, terbukti terinfeksi Covid-19.

Terkait dengan penyebab terjadinya MIS-C, Aman menuturkan penyebab pasti dari MIS-C ini belum diketahui secara jelas. Namun, MIS-C diduga merupakan respons imun berlebihan terhadap infeksi Covid-19.

Baca Juga: Ribuan Anak Israel Alami Gejala "Long Covid-19"

"Reaksi imun yang timbul menyebabkan produksi sitokin dalam jumlah besar di dalam tubuh, sehingga inflamasi dapat terjadi dalam berbagai anggota tubuh seperti jantung, paru-paru, otak, sistem pencernaan, ginjal dan lainnya," ucapnya.

ADVERTISEMENT

Aman mengingatkan bahwa MIS-C ini tidak dapat dicegah walaupun jumlah kasus MIS-C dapat dikatakan rendah. Apabila anak terinfeksi Covid-19, maka dapat mengalami MIS-C.

Untuk itu, pencegahan MIS-C terbaik adalah pencegahan tidak terinfeksi Covid-19. Dalam hal ini, orang tua perlu waspada tanda dan gejala MIS-C. Apabila menemukan gejala segera konsultasikan dengan dokter.

Aman menuturkan untuk melindungi anak dari MIS-C, maka lindungi anak dari Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) menjaga jarak, memakai masker, cuci tangan secara rutin dan hindari kerumunan. Selain itu, melakukan vaksinasi bagi anak usia di atas 6 tahun.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Singgung Covid-19, Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK

Singgung Covid-19, Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK

NASIONAL
IDAI Serukan langkah untuk Antisipasi Hantavirus

IDAI Serukan langkah untuk Antisipasi Hantavirus

LIFESTYLE
Wabah Virus Hanta di Kapal Pesiar, Akankah Jadi Pandemi Baru?

Wabah Virus Hanta di Kapal Pesiar, Akankah Jadi Pandemi Baru?

LIFESTYLE
Varian Covid-19 Cicada Dipastikan Belum Masuk Indonesia

Varian Covid-19 Cicada Dipastikan Belum Masuk Indonesia

LIFESTYLE
Varian Covid-19 Cicada Muncul di Banyak Negara, Ini Gejalanya

Varian Covid-19 Cicada Muncul di Banyak Negara, Ini Gejalanya

LIFESTYLE
Covid-19 Bisa Tinggalkan Dampak Permanen di Otak, Ini Temuannya

Covid-19 Bisa Tinggalkan Dampak Permanen di Otak, Ini Temuannya

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon