ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Mahfud MD: Bung Karno Pencetus Hukum Progresif di Indonesia

Kamis, 13 Oktober 2022 | 16:57 WIB
YP
WM
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: WM
Menkopolhukam Prof. Mahfud MD menjadi narasumber dalam acara Focus Group Discussion dengan tema “Pendekatan Ideologi, Konstitusi dan Budaya Hukum” di Sekolah Partai PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta, Kamis 13 Oktober 2022.
Menkopolhukam Prof. Mahfud MD menjadi narasumber dalam acara Focus Group Discussion dengan tema “Pendekatan Ideologi, Konstitusi dan Budaya Hukum” di Sekolah Partai PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta, Kamis 13 Oktober 2022. (BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao)

Selain itu, kata Mahfud, Indonesia dikagumi oleh negara-negara lain karena peran Bung Karno. Dia menceritakan pengalamannya di Maroko pada tahun 2012. Di sana, pejabat Maroko menyanyikan lagu Halo-halo Bandung, sebab ia ikut dalam Konferensi Asia-Afrika tahun 1955.

"Dia hafal lagu Halo-Halo Bandung dengan fasih. Bung Karno membangkitkan bangsa-bangsa yang waktu itu hadir di Konferensi Asia-Afrika," ucap Mahfud.

Mengenai reformasi sistem hukum sendiri, Mahfud menyarankan PDIP untuk mengindentifikasi produk hukum saat ini. Mana yang harus diganti, direvisi bahkan digabung.

Baca Juga: Hasto Kristiyanto: Api Keislaman Bung Karno Berusaha Dihilangkan

ADVERTISEMENT

Ketua Bidang Hukum, HAM, dan Perundang-undangan DPP PDIP, Yasonna H. Laoly, menuturkan, dalam pembangunan reformasi sistem hukum, setidaknya terdapat tiga sub sistem hukum yang harus dibangun. Pertama, substansi hukum (legal substance), struktur hukum (legal structure), dan budaya hukum (legal culture).

"Ketiga unsur inilah yang dapat mempengaruhi keberhasilan penegakan hukum di suatu negara," ujar Yasonna.

Sementara Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa Indonesia adalah bangsa yang hebat. Namun, kata dia, pascareformasi, kemudian terjadi global reproduction of American politic sehingga Indonesia kehilangan akar jejak sejarah tentang konsepsi negara Indonesia yang luar biasa.

"Dan para pendiri bangsa dikatakan kuno karena tidak membawa demokrasi dalam wajah keadilan, wajah ekonomi, wajah tertib hukum. Reformasi kita kehilangan konsepsi selama 32 tahun akibat pemerintahan otoriter, gagasan-gagasan ideal tentang bangsa ini disembunyikan. Maka itu, pembahasan dari ideologi, konstitusi dan budaya hukum ini sangat penting," kata Hasto.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Mahfud MD Kenang Juwono sebagai Ilmuwan Pertahanan Kelas Dunia

Mahfud MD Kenang Juwono sebagai Ilmuwan Pertahanan Kelas Dunia

NASIONAL
Mahfud MD Jadi Khatib Idulfitri di Al-Azhar, Ini Jadwalnya

Mahfud MD Jadi Khatib Idulfitri di Al-Azhar, Ini Jadwalnya

JAKARTA
KPK Jawab Mahfud MD Soal Penetapan Yaqut Jadi Tersangka

KPK Jawab Mahfud MD Soal Penetapan Yaqut Jadi Tersangka

NASIONAL
Mahfud MD Kritik Penetapan Tersangka Gus Yaqut

Mahfud MD Kritik Penetapan Tersangka Gus Yaqut

NASIONAL
Yusril: Parliamentary Threshold Tak Perlu Ada Lagi

Yusril: Parliamentary Threshold Tak Perlu Ada Lagi

NASIONAL
Tarawih di Istiqlal, Abdul Mu'ti hingga Mahfud MD Jadi Penceramah

Tarawih di Istiqlal, Abdul Mu'ti hingga Mahfud MD Jadi Penceramah

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon