Musdah Mulia: Parpol Tidak Perlu Membawa Unsur Agama
Selasa, 8 April 2014 | 17:02 WIB
Jakarta - Melihat antusiasme masyarakat terhadap partai politik (parpol) yang berlandaskan agama sudah semakin berkurang, tokoh JIL (Jaringan Islam Liberal) dan anggota Indonesia Conference of Religions and Peace, Musdah Mulia menyatakan bahwa hal tersebut merupakan konsekuensi yang harus diterima.
Salah satu yang diprediksi para pengamat politik akan menurun pamornya tahun ini adalah PKS (Partai Keadilan Sejahtera), parpol yang berlandaskan agama Islam.
"Perilaku dari pemimpin partai-partai agama itu sendiri yang membuat partai itu ternoda. Yang nonton pornografi di tempat umum itu siapa? Padahal mereka yang mengusung UU antipornografi," tutur Musdah Mulia pada acara seminar "Peran Perempuan dalam Membentuk Living Values Generasi Penerus oleh Komunitas Bersih Nyok!" di Jakarta, Selasa (8/4).
Dilanjutkannya bahwa para pemimpin parpol tersebut juga dinilai tidak satu kata dan perbuatan. Padahal masyarakat Indonesia mengenal yang namanya pemuka agama adalah orang yang mengusung kejujuran.
"Pemimpin agama harus memiliki kejujuran, dimana kejujuran adalah tidak adanya kontradiksi antara ucapan dan perbuatan. Namun perilaku mereka tidak sesuai dengan itu. Jadi jangan salahkan masyarakat," imbuhnya.
Ia juga menuturkan bahwa parpol seharusnya tidak ada urusannya dengan agama. Parpol yang ia nilai baik adalah parpol yang mengusung nilai-nilai yang asasi dalam kehidupan berbangsa, yakni Pancasila dan konstitusi.
"Selain itu, mereka harus mengedepankan kemaslahatan masyarakat. Cukup itu saja," tutupnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Jet AS Rontok di Iran, Ini Daftar Peristiwa yang Memalukan Amerika




