Warga Antusias Ikuti Festival Rakyat Depok

Sabtu, 29 April 2017 | 11:14 WIB
B
FB
Penulis: BeritaSatu | Editor: FMB
Suasana Festival Rakyat di Lapangan Balai Kota Depok, Sabtu 29 April 2017
Suasana Festival Rakyat di Lapangan Balai Kota Depok, Sabtu 29 April 2017 (Suara Pembaruan/Hari Wiro)

Depok - Warga Depok antusias mengikuti Festival Rakyat yang digelar Sabtu (29/4) dalam rangka memperingati HUT ke-18 Kota Depok. Sejak pagi pukul 07:00, kegiatan sudah dimulai. Pawai kebudayaan diawali dari start di Margo City hingga berakhir di Balai Kota Depok.

Ketua Panitia HUT Depok Sri Utomo menuturkan, kegiatan hari ini dikhususkan untuk warga Depok. Pemkot telah mempersiapkan hidangan kuliner gratis bagi seluruh warga Depok serta aneka doorprize.

"Alhamdulillah sambutannya sangat positif. Warga sejak pagi sudah menyerbu Balai Kota. Kami senang karena ini memang untuk rakyat. Saatnya rakyat untuk berpesta," tutur Sri Utomo.

Warga Kecamatan Pancoran Mas, Iksan, berharap kegiatan ini dapat digelar setiap tahunnya saat ulang tahun Kota Depok. "Ini hiburan banget untuk warga Depok. Ada makanan gratis dan ada tarian kebudayaan. Sangat positif," kata Iksan yang membawa serta putrinya.

Sementara itu di luar hiruk pikuk ultah Kota Depok muncul seruan untuk mengkaji ulang tanggal tepatnya HUT Depok. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Bidang Aset YLCC Ferdy Jonathans menuturkan, semestinya hari jadi Kota Depok bukanlah tanggal 27 April.

"Depok harusnya usianya setara dengan Jakarta dan Bogor. Lebih dari 300 tahun. Depok sudah punya pemerintahan sendiri sejak 1714," kata Ferdy.

Menurut dia, kebijakan penetapan HUT sejak lepas dari Kabupaten Bogor adalah tidak tepat. Sejarah Depok telah dimulai sejak Cornelis Chastelein menjadi tuan tanah di Depok.

Menanggapi hal ini, Ketua Depok Heritage Club Ratu Farah Diba menilai kisruh penetapan HUT Depok ini selalu muncul ketika Depok akan memperingati HUT-nya setiap tanggal 27 April.

"Sengketa ini selalu muncul setiap Depok ulang tahun. Padahal tidak salah untuk memperingati HUT Depok tiap tanggal 27 April karena pada tanggal tersebut Depok resmi memiliki pemerintahan sendiri sejak lepas dari Bogor. Ini yang diambil dan ditetapkan oleh pemerintah kota," papar Ratu kepada SP.

Jika YLCC mengatakan bahwa usia Depok harusnya sudah 303 tahun maka menurut Ratu hal tersebut perlu dikaji lagi disertai dengan data fakta dan bukti-bukti yang lengkap. Salah satunya Persil tanah yang kemungkinan sudah ada sejak tahun 1896.

Silsilah dan sejarah Persil itu, kata Ratu, harus diungkap semua secara detail. Sehingga tidak lagi muncul perdebatan yang tidak jelas dan tanpa akhir.

"28 Juni 1896 ini sudah bernama Depok asal kata dari Padepokan. Pada tanggal itu Cornelis membacakan testamennya," tutur Ratu.

Dikatakan Ratu, jika pun harus ada pengkajian ulang maka harus melibatkan para ahli yang terkait di bidangnya seperti ahli sejarah, arkeolog, tokoh masyarakat asli Depok, akademisi, dan sebagainya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon