Suntikan Genstin F2 dan F3 Atasi Keluhan Akseptor KB

Selasa, 5 Februari 2019 | 14:00 WIB
CF
IC
Penulis: Chairul Fikri | Editor: CAH
Sosialisasi Penelitian Suntikan KB Kombinasi Gestin F2 dan Gestin F3. Acara yang digagas POGI (Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia) dan PT Harsen ini menghadirkan puluhan dokter spesialis kebidanan dan BKKBN ini berlangsung di Cisarua, Puncak, Bogor, Jawa Barat, Senin, 4 Februari 2019.
Sosialisasi Penelitian Suntikan KB Kombinasi Gestin F2 dan Gestin F3. Acara yang digagas POGI (Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia) dan PT Harsen ini menghadirkan puluhan dokter spesialis kebidanan dan BKKBN ini berlangsung di Cisarua, Puncak, Bogor, Jawa Barat, Senin, 4 Februari 2019. (istimewa)

Jakarta - Berdasarkan data dan penelitian yang dilakukan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), angka pengguna alat kontrasepsi dengan menggunakan metode suntik cukup tinggi di Indonesia. Dimana di tahun 2018 lalu, ada lebih dari 32% atau sekitar 26 juta pasangan menggunakan metode suntik untuk pencegahan kehamilan. Lantaran melalui metode ini lebih mudah dan praktis digunakannya dan efektif untuk meredam kehamilan bagi wanita.

Hal itulah yang mendorong Para dokter di bidang kebidanan terus melakukan penelitian dan inovasi baru untuk memberikan ‘kenyamanan’ bagi akseptor keluarga berencana (KB) di Tanah Air. Salah satunya, para pengguna metode suntik yang biasanya wajib menemui bidan atau dokter kebidanan langganannya sekali dalam sebulan untuk meneruskan kontrasepsi. Kini cukup sekali dalam 3 bulan untuk suntik ulangan.

Ungkapan kenyamanan ini mengemuka dalam Sosialisasi Penelitian Suntikan KB Kombinasi Gestin F2 dan Gestin F3. Acara yang digagas POGI (Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia) dan PT Harsen ini menghadirkan puluhan dokter spesialis kebidanan dan BKKBN ini berlangsung di Cisarua, Puncak, Bogor, Jawa Barat, Senin (4/2).

"Berdasarkan penelitian, para akseptor KB di Indonesia lebih menyukai menggunakan metode suntik ketimbang metode lain untuk mencegah kehamilan pasangannya. Namun demikian, para akseptor KB di Indonesia lebih menyukai suntikan yang lebih lama efeknya yakni selama 3 bulan. Namun keluhannya pun banyak dikeluhkan wanita yakni karena obat yang lama efek sampingnya sering menimbulkan spotting (bercak), terus selama menggunakan obatnya wanita akseptor KB tidak menstruasi dan itu yang mungkin menyebabkan sebagian dari mereka kurang nyaman. Dan dampaknya akan membuat berat badan mereka akan bertambah," tutur dr. Ichwanul Adenin, M.Ked(OG), Sp.OG (K) dari RS Adam Malik Medan.

Berdasarkan hasil penelitian ditemukanlah obat suntik KB formula Gestin F2 dan F3. Dimana efeknya akan lebih baik karena selama menggunakan metode suntik dengan formula tersebut, para akseptor KB akan tetap menstruasi setiap bulannya, dan meminimalisir efek spottingnya. Dengan demikian, semakin hari peserta KB makin mendapat pilihan yang lebih beragam, selain faktor kenyamanan.

Senada dengan dr. Ichwanul Adenin, Ir Dwi Listyawardani selaku Deputi Keluarga Berencana dan dan Kesehatan Reproduksi BKKBN menyatakan produk alat kontrasepsi melalui metode suntik dengan formula Gestin F2 dan F3 ini sangat sejalan dengan program pemerintah dalam upaya menekan angka kependudukan dan sangat berguna bagi masyarakat dalam merencanakan keluarga.

"Metode suntik menjadi favorit karena faktor ‘kenyamanan’, lantaran penggunaannya jauh lebih mudah bila dibandingkan metode IUD maupun Implant yang memerlukan pemasang harus kompeten. Sementara metode pil KB sering gagal karena faktor lupa para akseptor, yang bisa menimbulkan kehamilan tidak diinginkan. Jumlahnya sekitar 40 persen, ini bahaya. Dan setelah ditemukan metode suntikan dengan ulangan tiga bulan sekali. Ini ‘aman’, artinya cukup ketemu sekali tiga bulan dengan bidannya untuk suntik ulangan. Setelah melewati uji klinis, selanjutnya ke tahapan forna yang diketuai Kementerian Kesehatan RI, lalu sosialisasi di kalangan profesi," tandasnya.

Formula obat suntik KB dengan menggunakan Gestin F2 sendiri adalah formula obat suntikan KB kombinasi 2 (dua) bulanan (vol. 1 ml) yang mengandung MPA 65 mg dan ES 7,5 mg. Sementara Gestin F3 merupakan formula obat suntikan KB Kombinasi 3 (tiga) bulanan (1 ml) yang mengandung MPA 120 mg dan ES 10 mg. Kedua sediaan ini diharapkan akan mampu memberikan perlindungan terhadap kehamilan. Dimana kedua formula obat tersebut telah mendapat ijin edar dari BPOM yakni untuk Gestin F2 dengan nomor izin edar DKI 1707916643B1 dan Gestin F3 dengan nomor izin edar BPOM, DKI 1707916643C1.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon