China Larang Iklan Barang Mewah untuk Hadiahi Bos
Jumat, 8 Februari 2013 | 13:12 WIB
Berbagai iklan itu memberikan nilai yang salah dan dapat secara mudah membuat atmosfer sosial yang buruk.
Beijing - China melarang iklan televisi yang mempromosikan jam mewah, koin emas dan barang-barang mewah lainnya sebagai "kado untuk para pemimpin" karena keprihatinan iklan seperti itu dapat merusak kepercayaan publik pada pemerintah.
China diterpa berbagai skandal korupsi dalam beberapa bulan terakhir, termasuk berbagai kasus belakangan di mana sejumlah pejabat pemerintah ternyata memiliki ratusan rumah mewah, arloji mahal dan kekayaan ilegal lainnya.
Xi Jinping, yang akan resmi dilantik menjadi presiden pada bulan Maret nanti, meluncurkan kampanye pembersihan sistem pemerintahan, dan berjanji untuk menyingkirkan "singa dan lalat", istilah untuk pejabat tinggi dan rendah, yang telah menikmati hasil korupsi.
Di tengah memuncaknya kemarahan masyarakat akan ketidakadilan, Xi telah memperingatkan masyarakat bahwa korupsi dapat menghancurkan Partai Komunis yang berkuasa dan bangsa itu secara menyeluruh.
Aturan iklan baru yang dikeluarkan oleh Badan Radio, Film dan Televisi (SARFT), badan regulator dan sensor milik pemerintah, merupakan gebrakan Xi terbaru dalam memberantas korupsi.
Xi telah menginstruksikan pegawai negeri untuk menghemat pengeluaran jamuan makan, melarang tentara minum alkohol pada jamuan makan kantor, dan menyuruh perusahaan milik negara untuk membatalkan atau menyederhanakan pesta Tahun Baru China.
SARFT, yang biasa melarang acara televisi yang dinilai terlalu subversif atau melawan kebijakan politik pemerintah, mengatakan setiap tayangan memiliki tanggungjawab untuk mendukung upaya Xi menghapus cerminan mewah kekuasaan.
"Beberapa stasiun televisi dan radio menyiarkan iklan dengan slogan hadiah seperti 'pilihan hadiah premium' atau 'hadiah untuk pimpinan' dan 'hormati atasanmu'. dan iklan tersebut terdiri dari berbagai produk termasuk jam merek terkenal, koin emas dan perak," seperti dikutip dari situs resmi SARFT.
"Berbagai iklan itu memberikan nilai yang salah dan dapat secara mudah membuat atmosfer sosial yang buruk," demikian kata pejabat terkait melalui situs itu.
Pihak regulator meminta para media untuk menghentikan bombardirnya iklan-iklan yang dapat mempengaruhi masyarakat.
Masih belum jelas seberapa ketat peraturan itu akan diatur, apakah akan diinterpretasikan secara harfiah yaitu hanya melarang iklan yang menggunakan kata-kata yang membujuk membeli hadiah untuk atasan, atau apakah akan benar-benar mengambil langkah tegas atas semua reklame yang mengiklankan hadiah.
Pemberian hadiah dinilai sebagai bagian untuk membangun hubungan kerja yang sukses di China, dan juga dianggap sebagai bagian dari budaya. TV Central China, televisi utama pemerintah, membuat seluruh program bisnisnya untuk menuntun orang dalam menentukan hadiah apa yang tepat diberikan kepada bos.
Banyak situs juga menyediakan layanan serupa. Salah satunya, lingdao.liyi99.com, yang menawarkan batu giok, emas, teh dan keramik yang bisa disesuaikan apakah kado itu diberikan untuk pemimpin perempuan atau laki-laki, dan bisa dipilih apakah untuk hadiah berlibur, kenaikan promosi atau pernikahan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




