Sumbu Filosofi Yogyakarta Diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO
Jumat, 29 Desember 2023 | 08:31 WIB
Yogyakarta, Beritasatu.com - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, secara resmi menyerahkan sertifikat penetapan Sumbu Filosofi Yogyakarta sebagai warisan dunia United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) kepada Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X pada Kamis (28/12/2023). Penyerahan sertifikat ini berlangsung di Gedhong Pracimasana, kompleks Kepatihan, Yogyakarta.
"Penetapan Sumbu Filosofi, The Cosmological Axis of Yogyakarta and its Historic Landmarks sebagai warisan dunia ini ditetapkan pada 18 September yang lalu, di sesi ke-45 sidang World Heritage Committee UNESCO di Riyadh, Arab Saudi. Sumbu Filosofi ini telah menjadi warisan dunia di Indonesia yang ke-10 yang diakui oleh UNESCO sebagai warisan dunia. Tentunya penetapan ini mengukuhkan Yogyakarta bukan hanya sebagai Kota Budaya, tetapi juga sebagai Kota Peradaban, yang diakui oleh dunia," ungkap Menteri Retno.
Sumbu Filosofi merupakan bukti keberlanjutan peradaban Jawa sejak abad ke-16 hingga saat ini. Ini mencakup perpaduan harmonis elemen budaya benda seperti keris, batik, wayang, dan gamelan, dengan elemen tidak benda seperti tradisi, hukum adat, seni, sastra, festival, dan ritual upacara, juga dengan nilai-nilai filosofis Jawa.

"Secara resmi saya ingin menyampaikan ucapan selamat kepada bapak gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, dan tentunya kepada seluruh masyarakat Yogyakarta. Saya yakin dengan sertifikat warisan dunia UNESCO ini, maka daya tarik Yogyakarta semakin meningkat dan keistimewaan Yogyakarta akan semakin kokoh. Saya juga yakin kekayaan ini (Sumbu Filosofi) akan terjaga dan terpelihara dengan baik. Tentunya ini warisan budaya yang diakui dunia yang harus dijaga," ucap Menteri Retno.
Menteri Retno menekankan bahwa diplomasi Indonesia akan terus berkontribusi untuk memperjuangkan warisan budaya nasional agar diakui dunia. Pihaknya siap membantu menjaga budaya dan warisan budaya yang ada.
"Sekali lagi, salah satu diplomasi yang kita jalankan adalah diplomasi budaya, soft power. Kita terus bersama dengan pemerintah-pemerintah daerah yang ingin memperjuangkan warisan budaya untuk diakui dunia," ujar Menteri Retno.
Sri Sultan mengungkapkan bahwa setelah penetapan Sumbu Filosofi Yogyakarta sebagai warisan dunia, Pemda DIY telah mengambil langkah-langkah strategis, termasuk koordinasi dan kerja sama antara pemerintah daerah, pemerintah kota, pemerintah kabupaten, dan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.
"Dengan penuh rasa syukur, saya mewakili pemerintah daerah dan warga Daerah Istimewa Yogyakarta, mengucapkan terima kasih disertai penghargaan yang tinggi kepada jajaran Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, atas berbagai dukungan yang telah diberikan, baik selama masa persiapan pengajuan dan proses sidang, sehingga Sumbu Filosofi telah diakui sebagai Warisan Dunia," kata Sri Sultan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




