Bapanas Sebut Ongkos Produksi Naik Jadi Faktor Penyebab Mahalnya Harga Beras
Jumat, 16 Februari 2024 | 12:59 WIB
Bandung, Beritasatu.com - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkap tingginya harga beras di pasaran beberapa waktu terakhir diakibatkan oleh tingginya ongkos produksi hingga dampak El Nino 2023, yang membuat waktu tanam mundur.
Tingginya harga beras di pasaran membuat pedagang dan masyarakat mengeluh. Menanggapi hal tersebut, Bapanas mengungkapkan sejumlah faktor penyebab meroketnya harga beras.
Sekretaris Bapanas Sarwo Edhy menjelaskan setidaknya ada dua faktor penyebab utama yang menjadi pemicu mahalnya harga beras di pasaran.
"Pertama, memang ongkos produksinya naik, di pupuknya naik, kemarin dampak dari El Nino kekeringan, kemudian air juga kurang, panennya itu berkurang, sehingga hasilnya berkurang, otomatis harga naik," ujar Sarwo Edhy kepada awak media di acara malam pemberian apresiasi kedeputian bidang penganekaragaman konsumsi dan keamanan pangan, Bapanas di Kota Bandung, Kamis (15/2/2024).
Sarwo menambahkan, pemerintah berencana akan mengimpor beras dari Thailand sebanyak 2 juta ton untuk mengatasi meroketnya harga beras.
"Dan ini bisa jadi antisipasi melalui rakornas dan ratas tentunya, dengan persetujuan Bapak Presiden dan Bapak Menteri. Tahun kemarin 2,8 juta ton, tahun ini rencananya 2 juta ton, tetapi kalau misalnya produksi dalam negeri cukup berarti impor itu tidak jadi," ungkapnya.
Sarwo menegaskan, kenaikan harga beras ini tidak ada kaitanya dengan menjelang Ramadan, tetapi memang dampak waktu tanam mundur dan El Nino.
"Enggak, karena memang waktu tanam kita mundur, sehingga waktu panen kita juga mundur. Itu sebagai konsekuensi itu dari adanya el nino," tegasnya.
Disinggung terkait adanya penimbunan beras, Bapanas menjelaskan tidak ada penimbunan dan diharapkan dalam waktu dekat harga beras bisa normal kembali.
"Sampai saat ini belum. Jadi masih berjalan normal, sehingga mudah-mudahan dalam waktu dekat ini bisa normal," tuturnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




