ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pendaki Perempuan dari Belgia Terpeleset di Gunung Rinjani

Rabu, 10 September 2025 | 08:06 WIB
MA
BW
Penulis: Muhammad Awaludin | Editor: BW
Pendaki perempuan asal Belgia Angke De Vuyst terpeleset di jalur curam Gunung Rinjani, Sabtu 7 September 2025.
Pendaki perempuan asal Belgia Angke De Vuyst terpeleset di jalur curam Gunung Rinjani, Sabtu 7 September 2025. (./Istimewa)

Mataram, Beritasatu.com – Seorang pendaki perempuan warga negara asing (WNA) asal Belgia, Angke De Vuyst (28), terpeleset saat menuju Danau Segara Anak di Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Korban diduga terpeleset ketika menuruni jalur curam dari Pelawangan Sembalun menuju Segara Anak, Sabtu (7/9/2025).

Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka lecet di paha dan sempat mengalami syok. Tim Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) bersama guide serta petugas medis segera memberikan pertolongan pertama di shelter darurat sebelum akhirnya mengevakuasi korban dengan tandu menuju Sembalun.

Ketua Tim Evakuasi TNGR, Gede Mustika, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, laporan pertama diterima pada Sabtu malam, sesaat setelah korban terpeleset. Namun, proses evakuasi baru dilakukan keesokan harinya karena mempertimbangkan kondisi cuaca dan keselamatan tim.

“Korban hanya mengalami lecet di paha dan sempat syok. Pagi tadi sudah dibawa turun ke shelter emergency di Sembalun untuk perawatan lanjutan. Semalam korban diinapkan di shelter darurat karena evakuasi malam tidak memungkinkan,” jelas Gede Mustika, Rabu (10/9/2025).

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan, proses evakuasi berlangsung cukup lama karena jalur licin dan curam. Korban tiba di Sembalun sekitar pukul 11.00–12.00 Wita setelah ditandu dari shelter darurat.

Berdasarkan informasi, korban mendaki bersama 12 rekannya dengan didampingi lima guide lokal. Mereka memulai perjalanan dari jalur Sembalun pada Sabtu pagi menuju Danau Segara Anak. Namun, saat menuruni jalur Pelawangan, korban diduga kurang hati-hati sehingga terpeleset di turunan yang terjal.

Rekan-rekan korban segera melaporkan insiden tersebut kepada pihak TNGR. Tim medis bersama relawan pendakian kemudian menuju lokasi untuk memberikan penanganan awal sebelum evakuasi dilakukan esok hari.

Menurut TNGR, kondisi cuaca di jalur pendakian Gunung Rinjani belakangan ini tidak menentu. Hujan disertai kabut kerap turun tiba-tiba, membuat jalur licin dan berbahaya.

“Melihat kondisi cuaca yang tidak stabil, kami mengimbau seluruh pendaki agar lebih berhati-hati. Jalur menuju Segara Anak, terutama turunan dari Pelawangan Sembalun, sangat rawan ketika hujan,” tegas Gede.

Ia menambahkan, kejadian ini menjadi pengingat bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama. Pendaki diminta mengikuti arahan pemandu, memperhatikan kondisi fisik, serta membawa perlengkapan keselamatan standar.

Setelah mendapat perawatan di shelter emergency, kondisi korban dilaporkan stabil. Ia sudah dapat berkomunikasi dengan baik dan hanya mengalami luka ringan. Tim medis memastikan tidak ada cedera serius yang membahayakan jiwa korban.

Saat ini, korban berada di Sembalun untuk pemulihan lebih lanjut. Pihak agen perjalanan yang mendampingi korban dan rombongan akan berkoordinasi dengan otoritas setempat terkait kelanjutan perjalanan wisata mereka di Lombok.

TNGR kembali menekankan pentingnya persiapan sebelum mendaki Rinjani. Pendaki diimbau membawa peralatan memadai, memantau prakiraan cuaca, memperhatikan kondisi tubuh, dan tidak memaksakan diri jika situasi tidak memungkinkan.

“Gunung Rinjani memang indah, tetapi jalurnya menantang. Jangan remehkan faktor cuaca dan kondisi fisik. Lebih baik menunda perjalanan daripada mengambil risiko,” tutup Gede Mustika.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Top 5 News: RK Minta Dana ke BJB hingga Pendaki Belgia Terpeleset

Top 5 News: RK Minta Dana ke BJB hingga Pendaki Belgia Terpeleset

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon