Hasil Laboratorium Pastikan MBG di Sumberejo Negatif Racun
Sabtu, 4 Oktober 2025 | 06:38 WIB
Gunungkidul, Beritasatu.com - Kasus dugaan keracunan makanan dalam program makan bergizi gratis (MBG) di Gunungkidul, Yogyakarta, akhirnya terjawab. Hasil uji laboratorium yang dilakukan Dinas Kesehatan Gunungkidul menegaskan makanan dari dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) Sumberejo dinyatakan negatif racun.
Kasus ini bermula pada 15 September 2025, ketika 19 siswa diduga keracunan setelah menyantap makanan dari program MBG. Kejadian tersebut membuat Badan Gizi Nasional (BGN) menutup sementara dapur SPPG Sumberejo sejak 27 September 2025 untuk investigasi dan evaluasi.
Dalam pemeriksaan, ditemukan dapur masih memerlukan sejumlah perbaikan, mulai dari sanitasi ruangan, fasilitas cuci tangan, hingga kewajiban sertifikasi halal dan sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS).
“Hasil dugaan racun di SPPG ini negatif. Kemarin juga ada sidak dari BPOM yang memberikan penjelasan dan pembinaan, semua sudah dilakukan. Tinggal menunggu sertifikat yang sudah jadi,” jelas Penanggung Jawab dapur SPPG Sumberejo Didik Rubiyanto, Jumat (3/10/2025).
Meski aman dari racun, dapur tetap ditutup sementara. Pihak SPPG berharap penutupan ini tidak berlangsung lama, mengingat sekitar 2.843 siswa setiap hari mengandalkan makanan dari program MBG.
Penutupan sementara diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan standar higiene dan kualitas makanan, agar program MBG tetap aman, sehat, dan bermanfaat bagi anak-anak di Gunungkidul.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




