Ribuan Warga Malang Teken Petisi Dukung MBG untuk 82 Juta Orang
Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:57 WIB
Malang, Beritasatu.com - Ribuan warga Malang Raya menggelar apel akbar deklarasi dukungan terhadap keberlanjutan program makan bergizi gratis (MBG) di Bundaran Alun-alun Tugu Kota Malang, Sabtu (20/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, peserta membubuhkan tanda tangan pada petisi yang mendukung Presiden Prabowo Subianto untuk melanjutkan program MBG dengan target menjangkau 82 juta penerima manfaat.
Aksi ini diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai dari petani, peternak, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pemasok bahan pangan, relawan, hingga mitra satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). Mereka juga membawa poster dan spanduk berisi dukungan terhadap keberlanjutan program MBG.
Penggagas apel akbar, Djoni Sudjatmoko, mengatakan kegiatan tersebut berangkat dari aspirasi para pelaku ekonomi rakyat yang selama ini terlibat dalam rantai pasok program makan bergizi gratis.
Menurutnya, MBG tidak hanya berperan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan aktivitas usaha masyarakat.
“Kami ingin menghadirkan energi positif agar program ini tetap berjalan dan target 82 juta penerima manfaat sesuai arahan Presiden Prabowo dapat tercapai,” ujar Djoni.
Ia menjelaskan keberadaan program MBG telah memberikan kepastian pasar bagi petani, peternak, pedagang sayur, hingga pelaku UMKM. Kebutuhan bahan pangan yang stabil untuk memenuhi pasokan program tersebut dinilai mampu membantu penyerapan hasil produksi masyarakat secara berkelanjutan.
“Dampaknya sangat besar bagi petani dan peternak karena permintaannya lebih stabil. Hasil produksi masyarakat terserap secara berkelanjutan,” katanya.
Ia menilai berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan program seharusnya menjadi bahan evaluasi dan perbaikan, tanpa harus menghentikan program yang telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Kalau ada persoalan di tingkat pusat tentu harus dievaluasi. Namun program yang sudah berjalan dan memberi manfaat jangan sampai dihentikan,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah peserta menyampaikan pengalaman mereka terkait manfaat program makan bergizi gratis. Salah seorang petani yang hadir mengaku program tersebut membantu menjaga stabilitas penyerapan hasil pertanian, terutama ketika kondisi pasar sedang lesu. “Komoditas petani terserap dengan baik saat kondisi pasar lesu. Program MBG sangat membantu petani,” ujarnya.
Para peserta berharap suara masyarakat yang merasakan manfaat langsung dari program MBG dapat menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam melakukan evaluasi dan pengembangan program ke depan.
Mereka menilai keberlanjutan MBG tidak hanya penting bagi peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan ekonomi rakyat melalui keterlibatan petani, peternak, UMKM, pemasok bahan pangan, serta berbagai pihak yang menjadi bagian dari ekosistem program tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
AS Sebut Tak Ada Bukti Iran Kembali Tutup Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Prabowo Minta Masa Tunggu Haji Lebih Singkat dari Saat Ini




