ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

214 SMA dan 65 SMK Terdampak Bencana Aceh Aktif Kembali 5 Januari 2026

Selasa, 30 Desember 2025 | 01:09 WIB
SM
SM
Penulis: Salman Mardira | Editor: SMR
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin. (Beritasatu.com/Humas Pemerintah Aceh)

Banda Aceh, Beritasatu.com – Sebanyak 65 SMK dan 214 SMA terdampak bencana di sejumlah daerah di Provinsi Aceh siap memulai kembali kegiatan belajar mengajar pada 5 Januari 2026. Sekolah yang ruang kelasnya rusak akan menggunakan sarana darurat untuk melakukan pembelajaran.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin mengatakan terdapat 227 SMK dengan jumlah siswa 204.219 orang di Aceh. Sebagian besar sekolah tidak terdampak bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi akhir November lalu. 

"Sekolah terdampak yang sudah siap menggelar kegiatan belajar mengajar 65 SMK, dan ada 41 SMK yang belum siap karena mengalami kerusakan," kata Murthalamuddin, Senin (29/12/2025). 

ADVERTISEMENT

Sekolah yang belum siap digelar kegiatan belajar mengajar, di antaranya satu sekolah di Aceh Barat, satu sekolah di Aceh Singkil, enam SMK di Aceh Tamiang, tiga SMK di Aceh Timur. Selain itu, SMK terdampak juga ada di Aceh Utara, Pidie Jaya, Bireuen serta Kota Langsa.

Pemerintah Aceh masih terus mendata sekolah yang mengalami kerusakan untuk dilakukan rehabilitasi. Selain itu, saat ini banyak sekolah yang tidak memiliki fasilitas belajar mengajar karena rusak atau terseret banjir. 

"Kita juga meminta pemerintah pusat untuk membangun kembali fasilitas pendidikan yang terdampak bencana, terutama yang rusak berat, agar anak-anak kita bisa sekolah lagi," jelasnya.

Siswa dan guru di sekolah yang memiliki keterbatasan fasilitas diminta untuk tetap datang ke sekolah. Nantinya, proses belajar mengajar dapat dilakukan lewat diskusi serta berbagi pengalaman selama bencana melanda. 

“Yang utama anak-anak bisa melupakan trauma dan kepedihan akibat bencana, sekaligus tetap berinteraksi dengan teman-temannya,” ujarnya.

Pemerintah memastikan seluruh aktivitas belajar mengajar semester genap tahun ajaran 2025/2026 akan dimulai secara serentak pada 5 Januari 2026. 

Sekretaris Daerah Aceh M Nasir menegaskan kendala infrastruktur akibat bencana meteorologi tidak boleh menjadi alasan terhentinya hak pendidikan anak-anak Aceh.

Berdasarkan data terbaru dari Posko Penanganan Bencana Meteorologi Pemerintah Aceh, tercatat dari 555 unit SMA di seluruh Aceh, sebanyak 214 unit terdampak banjir dan tanah longsor. Wilayah terdampak paling signifikan meliputi Kabupaten Pidie Jaya, Aceh Utara, Kota Langsa, dan Aceh Tamiang.

“Kondisi di lapangan memang menantang, di mana ada 78 unit sekolah yang masuk kategori rusak berat. Namun, saya instruksikan agar proses belajar mengajar tetap dilaksanakan. Pendidikan harus hadir sebagai pemberi kepastian di tengah situasi bencana,” ujarnya.

Nasir menambahkan aktivitas sekolah bukan sekadar transfer ilmu, melainkan faktor krusial dalam proses pemulihan psikologis siswa yang menjadi korban bencana. 

"Kehadiran siswa di sekolah akan membantu mereka kembali ke ritme hidup normal, yang merupakan bagian penting dari pemulihan pascabencana," tambahnya.

Bagi sekolah yang mengalami kerusakan berat sehingga ruang kelas tidak dapat digunakan, diinstruksikan untuk menggunakan sarana darurat. Para kepala sekolah diminta memastikan ketersediaan tempat belajar sementara agar siswa tetap bisa masuk sesuai jadwal.

Kadisdik Aceh menekankan peran guru pada awal masuk sekolah nanti akan difokuskan pada pemulihan psikis siswa. Para tenaga pendidik diminta untuk tidak langsung membebani siswa dengan materi pelajaran yang berat, melainkan menggunakan pendekatan persuasif.

“Guru memiliki peran ganda saat ini, yakni sebagai pendidik sekaligus pendamping psiko sosial bagi siswa. Kami mendorong para guru mengedepankan pendekatan persuasif dan merangkul siswa secara psikologis agar semangat belajar mereka kembali pulih,” pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Wapres Gibran Tinjau SMP Terdampak Banjir Bandang di Aceh Tamiang

Wapres Gibran Tinjau SMP Terdampak Banjir Bandang di Aceh Tamiang

NASIONAL
Rp 5,03 Triliun untuk Sekolah Terdampak Banjir di Aceh dan Sumatera

Rp 5,03 Triliun untuk Sekolah Terdampak Banjir di Aceh dan Sumatera

MULTIMEDIA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon