Pascabanjir, Siswa dan Guru SMA Negeri 12 Padang Bersihkan Sekolah
Minggu, 4 Januari 2026 | 11:11 WIB
Padang, Beritasatu.com — Siswa-siswi bersama para guru SMA Negeri 12 Padang, Sumatera Barat, melakukan gotong royong membersihkan lingkungan sekolah setelah banjir bandang menerjang pada November 2025 lalu dan banjir susulan pada Jumat (2/1/2026).
Kegiatan bersih-bersih yang dilaksanakan pada Sabtu (4/1/2026) di Kelurahan Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, itu sebagai persiapan awal masuk sekolah pada Senin (5/1/2026) besok.
Baca Juga: Banjir 1 Meter Masih Rendam Daerah Koto Tangah Padang
Dalam pantauan Beritasatu.com, kondisi sekolah masih memprihatinkan. Sejumlah ruang kelas (lokal) dilaporkan belum dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar karena mengalami kerusakan cukup parah akibat terjangan banjir.
Selain itu, ruang perpustakaan juga terdampak, dengan banyak buku yang terlihat kotor dan rusak akibat terendam air dan lumpur.
Kepala SMA Negeri 12 Padang, Ikhwan Syah, mengatakan gotong royong ini melibatkan seluruh elemen sekolah, baik siswa maupun guru, guna memastikan lingkungan sekolah siap digunakan kembali.
Baca Juga: BPBD Padang: Normalisasi Sungai Kunci Cegah Banjir Terulang
“Hari ini siswa dan guru melakukan gotong royong bersama untuk membersihkan ruang kelas. Masih banyak lumpur dan sisa-sisa banjir susulan yang terjadi pada Jumat kemarin. Senin nanti sudah mulai kegiatan belajar setelah libur panjang,” ungkap Ikhwan.
Ia menambahkan, pascabanjir bandang pada November lalu, kondisi SMA Negeri 12 Padang sempat mengalami kerusakan cukup berat. Saat itu, pihak sekolah bersama relawan telah melakukan gotong royong untuk membersihkan area sekolah. Namun, banjir susulan kembali terjadi dan menyebabkan sejumlah fasilitas yang sebelumnya telah dibersihkan kembali terdampak.
Saat ini, SMA Negeri 12 Padang memiliki 1.168 siswa dan sebanyak 183 siswa di antaranya terdampak langsung akibat kerusakan ruang kelas yang parah.
Untuk mengantisipasi terganggunya proses belajar mengajar, pihak sekolah berencana mendirikan tenda darurat sebagai ruang belajar sementara hingga perbaikan ruang kelas selesai dilakukan.
Pihak sekolah berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah serta instansi terkait agar proses pemulihan pasca banjir dapat segera dilakukan, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




