Jalan Putus, Korban Banjir Batu Busuak yang Terisolasi Minim Bantuan
Sabtu, 3 Januari 2026 | 21:42 WIB
Padang, Beritasatu.com — Sejumlah warga yang terisolasi setelah banjir bandang susulan menerjang kawasan Batu Busuak, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat sulit mendapatkan bantuan karena akses jalan menuju perkampungan itu masih putus total, Sabtu (3/1/2026).
Pemerintah mulai melakukan penanganan darurat dengan mengerahkan alat berat untuk mengeruk sungai di kawasan Batu Busuak pascabanjir bandang susulan, Jumat (2/1/2026) siang. Tujuannya untuk mengurangi material sedimen yang menumpuk akibat derasnya arus banjir dan mencegah terjadinya banjir lanjutan. Namun, hingga hari ini, dampak banjir masih dirasakan cukup parah oleh masyarakat.
Derasnya arus banjir menyebabkan kondisi jalan masuk dari Koto Tuo menuju Batu Busuak ambles, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan roda empat. Putusnya akses utama ini membuat distribusi bantuan ke wilayah terdampak menjadi terhambat.
Baca Juga: Padang Kembali Banjir, Jalan Batu Busuak Putus dan Warga Terisolasi
Warga setempat mengeluhkan mulai berkurangnya bantuan yang masuk ke Batu Busuak akibat kondisi jalan yang rusak. Selain itu, ketiadaan posko utama di wilayah tersebut membuat masyarakat kesulitan mendapatkan informasi terkait perkembangan penanganan bencana maupun penyaluran bantuan.
Seorang warga Batu Busuak, Iswanto menyampaikan kekecewaannya terhadap minimnya kehadiran posko penanganan bencana di daerah tersebut. Menurutnya, keberadaan posko sangat dibutuhkan agar bantuan dapat tersalurkan dengan cepat dan tepat sasaran.
“Seharusnya ada posko utama di daerah Batu Busuak ini, supaya bantuan ke warga cepat. Posko BPBD tidak ada di Batu Busuak, kami bingung mau bertanya ke mana soal perkembangan bencana dan bantuan, apalagi jalan di Batu Busuak sudah amblas,” ungkap Iswanto.
Baca Juga: Banjir Susulan Putus 3 Akses Jalan Menuju Batu Busuak Padang
Putusnya akses jalan utama tersebut juga membuat aktivitas masyarakat lumpuh total. Selain jalur transportasi yang terhambat.
Kondisi ini semakin memperparah situasi warga yang masih bertahan di lokasi terdampak. Warga kini menghadapi kondisi yang sangat memprihatinkan, terutama keterbatasan air bersih dan minimnya penerangan pada malam hari. Aktivitas sehari-hari masyarakat terganggu, sementara kebutuhan dasar belum sepenuhnya terpenuhi.
Sementara itu, masyarakat Batu Busuak berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera turun tangan secara maksimal dalam penanganan pascabencana.
Warga mendesak agar dilakukan percepatan perbaikan akses jalan, serta distribusi air bersih dan bantuan logistik lainnya. Masyarakat menilai penanganan cepat dan terkoordinasi sangat dibutuhkan agar kondisi di Batu Busuak tidak semakin memburuk dan aktivitas warga dapat kembali normal.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




