Pemkab Dogiyai Pacu Pembangunan Infrastruktur
Kamis, 8 April 2021 | 15:44 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Kabupaten Dogiyai sedang berusaha keras memacu pembangunan infrastruktur yang sangat dibutuhkan untuk mendukung efektivitas pelayanan pemerintahan kepada masyarakat di wilayah pegunungan Papua tersebut.
Hal itu diungkapkan Bupati Dogiyai Yakobus Dumupa dalam kunjungannya ke Kantor Beritasatu Media Holdings di Jakarta, Kamis (8/4/2021). Yakobus Dumupa diterima oleh Pemimpin Redaksi Beritasatu.com ME Aditya Laksmana Yudha.
Ia mengatakan, dari 10 distrik di Dogiyai, saat ini baru tujuh yang terhubung infrastuktur dan satu distrik akan terhubung tahun ini akses jalannya, yaitu Kamu Selatan.
"Dua tahun ke depan, Piyaiye akan terhubung. Tinggal Sukikai Selatan yang sulit karena membutuhkan pembangunan infrastruktur jalan sepanjang 200 km," katanya.
Yakobus mengatakan, sejak Dogiyai dimekarkan dari Kabupaten Nabire, Papua pada 4 Januari 2008, sampai saat ini Dogiyai sudah berusia 13 tahun, namun sarana infrastruktur masih sangat minim sehingga roda pembangunan tiak bisa berjalan optimal.
"Kita membutuhkan sarana jalan raya yang dapat menghubungkan antarkampung dan antardistrik agar pelayanan pemerintahan bisa berjalan lancar sebagaimana di daerah-daerah lainnya di Indonesia," kata Yakobus.
Ia mengatakan, karena tidak tersedianya infrastruktur yang memadai, maka untuk perjalanan dari satu kampung kampung yang lain bisa memakan waktu empat hari.
Meski jumlah penduknya tidak banyak kadang hanya sekitar 25 orang per kampung, namun kata Yakobus, penduduk itu adalah manusia di Papua yang harus dilayani oleh pemerintah.
"Berapa pun jumlah mereka, mereka ini manusia. Dan untuk menjangkau mereka kita membutuhkan biaya infrastruktur yang cukup besar," kata dia.
"Tidak mungkin kalau penduduk yang hidupnya terpencar-pencar kita bawa ke kota. Mereka tidak akan mau. Kalau direlokasi mereka akan merasa dibuang ke tempat yang asing," tambahnya.
Menurut Yakobus, untuk melayani masyarakat dengan infrastruktur yang minim tersebut, pihaknya membutuhkan biaya sangat besar sehingga terkadang kunjungan ke masyarakat tidak setiap waktu dapat dilakukan.
"Sementara masyarakat kalau tak pernah dikunjungi, mereka akhirnya menjadi tak percaya kepada pemerintah," ujar Yakobus.
Terkait itu, Yakobus sangat mengharapkan perhatian pemerintah untuk dapat membangun infrastruktur yang sangat dibutuhkan di daerahnyanya.
Jumlah penduduk Dogiyai sendiri saat ini berkisar 160.000 jiwa tersebar di 10 distrik.
Yakobus mengatakan, dari 10 distrik di Dogiyai, saat ini baru tujuh yang terhubung infrastuktur dan satu distrik akan terhubung tahun ini akses jalannya, yaitu Kamu Selatan.
"Dua tahun ke depan, Piyaiye akan terhubung. Tinggal Sukikai Selatan yang sulit karena membutuhkan pembangunan infrastruktur jalan sepanjang 200 km," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




