ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Polisi Tangkap Buron Kasus Pembakaran Mobil di Dogiyai Papua Tengah

Kamis, 14 Mei 2026 | 11:50 WIB
SM
SM
Penulis: Salman Mardira | Editor: SMR
Kabid Humas Polda Papua Tengah AKBP I Made Suartika
Kabid Humas Polda Papua Tengah AKBP I Made Suartika (Antara/Humas Polda Papua Tengah)

Nabire, Beritasatu.com – Polisi menangkap seorang tersangka kasus pemblokadean, perusakan, dan pembakaran mobil di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah berinisial OD alias IK yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). 

“Kami telah menangkap OD terkait kasus dugaan pemblokadean, perusakan, serta pembakaran satu unit mobil di Dogiyai. Saat ini yang bersangkutan sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik," kata Kabid Humas Polda Papua Tengah AKBP I Made Suartika di Nabire, dikutip dari Antara, Kamis 14/5/2026).

Menurutnya, tersangka OD ditangkap di Jalan Mandala, Kelurahan Kalibobo, Distrik Nabire, pada Selasa (12/5/2026) malam.

ADVERTISEMENT

Suartika menjelaskan penangkapan dilakukan sebagai tindak lanjut Laporan Polisi Nomor LP/B-14/IV/2026/SPKT/Polres Dogiyai/Polda Papua Tengah tertanggal 3 April 2026. Tersangka telah masuk daftar pencarian orang sejak 11 Mei 2026.

Penangkapan bermula ketika petugas melakukan patroli di wilayah Wonorejo. Polisi mendapati tersangka berkendara tanpa menggunakan helm.

"Saat hendak ditangkap, yang bersangkutan melakukan perlawanan. Bahkan, ada sekelompok orang yang melempari petugas sehingga anggota mengeluarkan tembakan peringatan," ujarnya.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tersangka mengakui keterlibatannya dalam aksi pemblokadean terhadap rombongan pengantar jenazah Bripda JE pada 1 April 2026 di Kampung Ugapa, Distrik Kamu Timur, Kabupaten Dogiyai.

"Tersangka mengakui melakukan perusakan terhadap mobil Toyota Hilux milik korban dengan cara melepaskan anak panah dan melempar batu, serta ikut membakar kendaraan tersebut bersama sekitar 30 orang lainnya," jelas Suartika.

Tersangka juga mengaku menggunakan sepeda motor saat kejadian serta membawa senjata tajam jenis samurai dan senjata rakitan.

Penyidik masih mendalami kasus tersebut guna mengungkap pelaku lain yang diduga terlibat.

"Kami akan terus mengembangkan penyidikan untuk mengungkap pihak-pihak lain yang terlibat dalam kasus ini," katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon