ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pemerintah Pastikan Siap Hadapi Puncak Kasus Covid-19

Senin, 31 Mei 2021 | 18:44 WIB
NL
YD
Penulis: Novy Lumanauw | Editor: YUD
Paramedis menangani pasien terinfeksi virus
Paramedis menangani pasien terinfeksi virus "corona". (AFP/Alberto Pizzoli)

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemerintah siap menghadapi puncak kasus Covid-19seiring meningkatnya kasus positif pasca libur panjang Lebaran tahun 2021. Kasus aktif nasional saat ini kembali mencapai kisaran angka 100.000 kasus.

"Sudah ada kenaikan, walaupun angka ini memang masih jauh di bawah angka puncak yang pernah kita capai di awal tahun yang berkisar 170 ribu kasus aktif," kata Menkes saat memberikan keterangan pers usai Rapat Terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (31/5/2021).

Pada kesempatan itu, Menkes didampingi Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir (BUMN) dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Ganip Warsito.

Menkes mengatakan telah melaporkan kepada Presiden Jokowi tentang tren kenaikan kasus Covid, yang diperkirakan akan mencapai puncaknya sekitar 5-7 minggu, setelah masa libur panjang.

ADVERTISEMENT

Presiden Jokowi, lanjutnya, meminta jajaran terkait untuk memastikan kesiapan dalam menghadapi lonjakan tersebut.

"Seluruh rumah sakit sudah kita persiapkan, obat-obatan juga sudah kita persiapkan. Arahan Bapak Presiden adalah dipastikan bahwa seluruh daerah tetap menjalankan disiplin protokol kesehatan 3M dengan baik," ujar Menkes.

Ia menambahkan, Presiden Jokowi juga memastikan kesiapan fasilitas kesehatan untuk menghadapi puncak kasus tersebut. Menurut Menkes, saat ini terjadi peningkatan pasien yang dirawat di rumah sakit.

"Kemarin sempat sampai di titik terendah sekitar 20 ribuan tempat tidur yang terisi, sekarang sudah naik angkanya sekitar 25 ribu tempat tidur yang terisi atau naik sekitar 20-25 persen. Memang kenaikannya agak tinggi, tetapi kita masih memiliki kapasitas sampai dengan 72 ribu tempat tidur. Jadi masih ada cukup kapasitas yang kita miliki," jelas dia.

Namun Menkes mengingatkan, tingkat keterisian tempat tidur tersebut tidak merata di setiap daerah, terdapat beberapa daerah yang memiliki tingkat keterisian yang relatif lebih tinggi dari rata-rata nasional.

"Ada beberapa kabupaten/kota yang tinggi keterisian di rumah sakitnya, seperti ada di Aceh, sebagian kabupaten/kota di Sumatera Barat, di Kepulauan Riau dan Provinsi Riau, juga ada di daerah Jambi, kemudian sebagian Jawa Tengah, ada juga di Kalimantan Barat, dan hanya sedikit di Sulawesi," kata Menkes.

Menurut Menkes, Presiden Jokowi juga menyoroti lonjakan kasus yang terjadi di Kudus, Jawa Tengah. Namun, pemerintah telah menindaklanjuti peningkatan kasus dan jumlah pasien yang dirawat di daerah itu.

"Sudah dengan cepat kami tindak lanjuti. Khusus untuk yang masuk rumah sakit sudah kita salurkan ke daerah-daerah terdekat di sekitar Kudus dan juga ibu kota provinsi, di Semarang. Kami terus berkoordinasi dengan Pak Gubernur. Juga pasien-pasien yang tadinya berasal dari daerah sekitar Kudus seperti Pati, kemudian Sragen, itu juga kita arahkan ke rumah sakit-rumah sakit lain di luar Kudus," ujarnya.

Menkes mengatakan akan melakukan genome sequencing untuk menganalisis lonjakan kasus tersebut. "Kami juga sudah sekarang meminta sampelnya untuk dilakukan genome sequencing, apakah lonjakan yang ada di Kudus ini disebabkan oleh adanya mutasi baru," ujarnya.

Ditambahkan Menkes, guna menekan sebaran kasus di wilayah Kudus ini, pemerintah terus mengintensifkan pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM Mikro).

"Pak Kapolri juga sudah menindaklanjuti dengan melakukan micro lockdown PPKM-nya, sehingga diharapkan apa yang terjadi di Kudus bisa kita isolasi dan tidak menyebar ke daerah-daerah lain di Jawa Tengah," ujarnya.

Menkes juga secara khusus mengimbau masyarakat agar disiplin menerapkan protokol kesehatan, ditengah peningkatan tren kasus yang terjadi saat ini.

"Pesan kami untuk daerah-daerah yang lonjakannya cukup tinggi, termasuk yang ada di Kudus, tolong tetap disiplin, terutama memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Sekarang trennya lagi naik, tapi kalau kita disiplin insyaallah harusnya semuanya bisa kita atasi dengan baik," katanya.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Singgung Covid-19, Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK

Singgung Covid-19, Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK

NASIONAL
IDAI Serukan langkah untuk Antisipasi Hantavirus

IDAI Serukan langkah untuk Antisipasi Hantavirus

LIFESTYLE
Wabah Virus Hanta di Kapal Pesiar, Akankah Jadi Pandemi Baru?

Wabah Virus Hanta di Kapal Pesiar, Akankah Jadi Pandemi Baru?

LIFESTYLE
Varian Covid-19 Cicada Dipastikan Belum Masuk Indonesia

Varian Covid-19 Cicada Dipastikan Belum Masuk Indonesia

LIFESTYLE
Varian Covid-19 Cicada Muncul di Banyak Negara, Ini Gejalanya

Varian Covid-19 Cicada Muncul di Banyak Negara, Ini Gejalanya

LIFESTYLE
Covid-19 Bisa Tinggalkan Dampak Permanen di Otak, Ini Temuannya

Covid-19 Bisa Tinggalkan Dampak Permanen di Otak, Ini Temuannya

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon