BNPT Sebut Virus Terorisme Tak Kenal Status Sosial
Minggu, 6 November 2022 | 12:17 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI Komjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, virus terorisme dan radikalisme bisa masuk ke mana saja, tanpa memandang status dan profesi orang. Virus terorisme dan radikalisme tidak mengenal status sosial.
"Itulah, virus bisa mengena siapa saja ya, virus intoleransi, radikalisme tidak pernah lihat status sosial, tidak melihat profesi. Jadi, itu adalah bukti bahwa virus ini tidak mengenal status sosial. Guru bisa kena," ujar Boy di sela-sela acara Parade Budaya Nusantara BNPT dengan rute Sarinah-Bundaran HI-Sarinah, Jakarta, pada Minggu (6/11/2022).
Oleh karena itu, kata Boy, perlu keterlibatan semua pihak dalam mengantisipasi dan mencegah masuknya virus intoleran, radikalisme, dan terorisme.
Menurut dia, upaya pencegahan dan pemberantasan terorisme tidak bisa hanya dilimpahkan kepada pemerintah.
"Perlu kewaspadaan yang ekstra kita semuanya. Kembalilah kepada jati diri kepribadian bangsa Indonesia yang toleran menghormati kemajemukan, memiliki semangat persatuan, itu adalah identitas kita," tandas dia.
Boy mengungkapkan, BNPT saat ini melakukan empat hal untuk mencegah dan meminimalisasi virus intoleran, terorisme, dan radikalisme, yakni transformasi wawasan kebangsaan yang berpatokan pada UUD 1945, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI; revitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam seluruh aspek kehidupan; moderasi ajaran-ajaran agama; dan penguatan budaya Nusantara.
Karena itu, kata Boy, pihaknya menggelar parade Budaya Nusantara dalam rangka penguatan budaya untuk mencegah masuknya virus intoleran, terorisme dan radikalisme.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




