ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Siap Kalahkan Amerika, Rusia dan China Kerja Sama Kuasai Bulan

Jumat, 26 Juli 2024 | 10:26 WIB
WT
WT
Penulis: Wahyu Sahala Tua | Editor: WS
Rusia dan China melakukan kerja sama untuk membangun stasiun internasional di Bulan.
Rusia dan China melakukan kerja sama untuk membangun stasiun internasional di Bulan. (DOK/Dailymail)

Jakarta, Beritasatu.com - Rusia dan China bekerja sama membangun stasiun khusus di bulan. kedua negara itu diyakini akan mampu mengalahkan Amerika dalam mengobservasi potensi yang ada di satelit Bumi.

Dikutip Annadolu, Jumat (26/7/2024) Rusia dan China rencananya akan melakukan lima misi di Bulan. Untuk itu diperlukan sebuah stasiun khusus yang bisa menjadi tempat astronaut kedua negara itu untuk tinggal dalam waktu yang cukup lama di BUlan.

Rencananya stasiun khusus yang dinamakan Stasiun Bulan Ilmiah Internasional Rusia-China (ISLS) itu akan dibangun dalam tiga tahap yakni penelitian, pembuatan, dan pengoperasian.

Tahap kedua berupa pembangunan  pusat kendali serta pengiriman kargo curah dari Bumi ke Bulan. Dalam tahap itu juga akan direncanakan pendaratan lunak yang aman dan berpresisi tinggi di permukaan Bulan. "Dalam tahap itu juga akan dimulai operasi gabungan Rusia dan China," tulis pernyataan yang dikutip Annadolu.

ADVERTISEMENT

Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa tujuan tahap ketiga yaitu pengoperasian, adalah penelitian dan penjelajahan Bulan, verifikasi teknologi, bantuan kepada mitra internasional dalam mendaratkan manusia di Bulan dengan bantuan ISLS yang telah selesai, dan juga menyarankan pendaratan manusia di Bulan.

Rusia dan China telah berencana meluncurkan lima misi gabungan untuk menempatkan modul-modul di orbit dan di permukaan Bulan. Untuk itu Moskow dan Beijing telah mengundang para mitra internasional untuk berpartisipasi dalam pembangunan stasiun bulan, dimana Perusahaan Negara Roscosmos Rusia dan Badan Antariksa Nasional China akan menandatangani perjanjian bilateral terpisah untuk tujuan ini.

“Perjanjian ini berlaku selama 20 tahun. Masa berlakunya otomatis diperpanjang untuk jangka waktu lima tahun berikutnya, kecuali salah satu pihak memberitahukan pihak lainnya secara tertulis melalui saluran diplomatik mengenai niatnya untuk mengakhiri perjanjian ini setidaknya satu tahun sebelum berakhirnya masa berlaku awal atau berakhirnya masa berlaku berikutnya," bunyi dokumen tersebut.

Sebelumnya Amerika mengejutkan banyak orang karena membatalkan misi Volatiles Investigating Polar Exploration Rover  (Viper) ke Bulan. Keputusan itu diambil pada Rabu (17/7/2024) waktu setempat.

Misi Viper merupakan upaya Amnerika mengirimkan kendaraan khusus ke kutub selatan Bulan. Kendaraan khusus itu diharapkan mampu menemukan es yang dapat digunakan oleh astronaut AS di sekitar kutub selatan Bulan.

Nantinya es tersebut dapat digunakan oleh astronaut AS untuk mengeksplorasi Bulan dalam waktu yang cukup lama. Sayangnya, misi itu justru dibatalkan.

"Ini adalah keputusan yang sangat sulit berdasarkan pembatasan anggaran," kata Administrator Asosiasi Direktorat Misi Ilmiah NASA, Nicola Fox.

"Ini adalah keputusan yang sangat sulit yang kami buat dalam lingkungan anggaran yang sulit. Viper dirancang untuk mencari es dan kami tahu betapa pentingnya ini," tambah Fox.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Misteri Kapal Rusia Tenggelam, Diduga Bawa Reaktor Nuklir ke Korut

Misteri Kapal Rusia Tenggelam, Diduga Bawa Reaktor Nuklir ke Korut

INTERNASIONAL
Masuk Daftar Buronan, Rusia Buru Mantan Menhan Inggris Ben Wallace

Masuk Daftar Buronan, Rusia Buru Mantan Menhan Inggris Ben Wallace

INTERNASIONAL
Putin Sebut Perang Rusia dan Ukraina Bakal Berakhir dalam Waktu Dekat

Putin Sebut Perang Rusia dan Ukraina Bakal Berakhir dalam Waktu Dekat

INTERNASIONAL
Rusia Kaji Kerja Sama Antariksa dengan BRIN

Rusia Kaji Kerja Sama Antariksa dengan BRIN

INTERNASIONAL
Yacht Mewah Miliarder Rusia Tembus Selat Hormuz Tanpa Halangan

Yacht Mewah Miliarder Rusia Tembus Selat Hormuz Tanpa Halangan

INTERNASIONAL
Hormuz Diblokade! Benarkah Rusia Jadi Penyelamat Ekonomi Iran?

Hormuz Diblokade! Benarkah Rusia Jadi Penyelamat Ekonomi Iran?

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon