Donald Trump Diyakini Akan Pangkas Kebijakan Mobil Listrik pada 2025
Rabu, 18 Desember 2024 | 11:04 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump disebut memiliki rencana untuk memangkas berbagai dukungan dana federal dari pemerintah terhadap mobil listrik. Informasi ini mulai terungkap melalui laporan dari sejumlah media lokal AS.
Melansir Carscoops, Selasa (18/12/2024), rencana tersebut mencakup penghapusan kredit pajak federal sebesar US$ 7.500 atau Rp 121 juta untuk pembelian mobil listrik serta penghentian pendanaan yang selama ini digunakan untuk memperluas infrastruktur stasiun pengisian daya di seluruh AS.
BACA JUGA
Studi Terbaru Ungkap 92 Persen Pemilik Mobil Listrik Ogah Kembali Gunakan Mobil Konvensional
Selain itu, tim transisi Trump juga dikabarkan mempertimbangkan pengenaan tarif pada bahan baku baterai dengan tujuan meningkatkan produksi domestik.
Dana federal yang sebelumnya dirancang untuk mendukung adopsi kendaraan listrik, disebut akan dialihkan ke proyek elektrifikasi lain. Proyek tersebut difokuskan pada penguatan rantai pasokan nasional dan pengembangan infrastruktur penting, terutama untuk mendukung kebutuhan pertahanan.
Selain itu, laporan menyebutkan bahwa Departemen Pertahanan kemungkinan akan menghentikan program pengadaan kendaraan listrik untuk keperluan militer. Pemerintahan Trump juga berencana untuk mencabut kebijakan administrasi sebelumnya yang mewajibkan lembaga federal hanya membeli kendaraan tanpa emisi.
Rencana lainnya adalah mengembalikan standar penghematan bahan bakar dan emisi kendaraan ke tingkat 2019. Hal ini berarti kendaraan di AS dapat menghasilkan rata-rata sekitar 25% lebih banyak emisi per mil dan memiliki efisiensi bahan bakar sekitar 15% lebih rendah dibandingkan standar pada 2025 yang ditetapkan pemerintahan sebelumnya.
Tidak hanya itu, pemerintahan Trump juga ingin menantang kebijakan California yang lebih ketat dalam mengatur emisi kendaraan. Langkah ini dinilai sebagai salah satu upaya signifikan untuk mengurangi pengaruh negara bagian dalam menetapkan standar lingkungan yang lebih progresif.
Sementara Trump mempersiapkan langkah-langkah tersebut, pemerintahan Joe Biden dilaporkan tengah mempercepat alokasi anggaran untuk program mobil listrik sebelum masa jabatan berakhir.
Sebagai contoh, Kantor Program Pinjaman Departemen Energi baru-baru ini mengumumkan bahwa Ford, melalui anak perusahaannya BlueOval SK, menerima pinjaman hingga US$ 9,63 miliar untuk membangun tiga pabrik baterai di Tennessee dan Kentucky. Pabrik-pabrik tersebut diharapkan mampu memproduksi lebih dari 120 gigawatt jam baterai setiap tahun.
Selain itu, minggu lalu, Departemen Energi juga menyelesaikan jaminan pinjaman senilai US$ 1,25 miliar dolar AS untuk EVgo, yang bertujuan memperluas jaringan sekitar 7.500 pengisi daya di lebih dari 1.100 stasiun di seluruh AS.
Meski rencana Trump tampak ambisius, sebagian besar langkah tersebut masih dalam tahap usulan dan belum dapat dipastikan akan diterapkan sepenuhnya. Beberapa kebijakan mungkin lebih mudah dilaksanakan dibandingkan yang lain, dan implementasinya kemungkinan akan menghadapi tantangan hukum maupun politik.
Keputusan akhir terkait langkah-langkah ini akan sangat memengaruhi arah industri mobil listrik di AS dan posisi negara tersebut dalam transisi energi global.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




