ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Enggak Cuma Buat Joget, TikTok Punya Fitur Meditasi Biar Tidur Nyenyak

Minggu, 18 Mei 2025 | 11:31 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Ilustrasi TikTok
Ilustrasi TikTok (Pixabay)

Jakarta, Beritasatu.com - TikTok luncurkan fitur meditasi sebagai bagian dari komitmennya untuk mendukung kualitas tidur pengguna dan mengurangi kebiasaan scrolling malam hari. Fitur ini telah dirancang dengan pendekatan mindfulness melalui musik lembut, panduan pernapasan, dan tampilan visual yang menenangkan.

Sebelumnya, fitur ini hanya tersedia secara terbatas bagi kalangan remaja. Namun kini, TikTok merilisnya secara luas kepada seluruh pengguna di seluruh dunia.

Untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun, fitur meditasi akan aktif secara otomatis. Jika pengguna masih aktif membuka TikTok setelah pukul 22.00 waktu setempat, feed For You mereka akan digantikan oleh sesi meditasi terpandu.

ADVERTISEMENT

Jika pengguna remaja tetap melanjutkan penggunaan aplikasi, TikTok akan menampilkan peringatan layar penuh yang mengimbau mereka untuk segera beristirahat.

Sementara itu, pengguna dewasa bisa mengaktifkan fitur ini secara manual. Cukup masuk ke menu Screen Time, aktifkan opsi "sleep hours", lalu pilih waktu kemunculan fitur meditasi setiap malam.

Langkah ini menjadi bagian dari inisiatif keamanan remaja yang tengah digencarkan oleh TikTok dalam beberapa tahun terakhir. Fitur meditasi TikTok menjadi jawaban terbaru terhadap meningkatnya kekhawatiran global akan dampak media sosial terhadap kesehatan mental remaja.

“TikTok berkomitmen untuk menciptakan ruang yang lebih sehat bagi pengguna, terutama generasi muda,” demikian pernyataan perusahaan dalam peluncuran resminya.

Tak hanya itu, TikTok juga mengumumkan kontribusi senilai 2,3 juta dolar AS atau sekitar Rp 37,9 triliun dalam bentuk kredit iklan. Donasi ini ditujukan kepada 31 organisasi kesehatan mental di 19 negara melalui program Mental Health Education Fund.

Fitur meditasi ini sekaligus mempertegas upaya TikTok dalam merespons tekanan dari regulator dan pembuat kebijakan global. Perusahaan berharap langkah ini mampu memberikan dampak positif jangka panjang terhadap perilaku digital para pengguna mudanya.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon