Rusia Blokir Snapchat dan Roblox karena Dituding Sarang Teroris
Jumat, 5 Desember 2025 | 15:31 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Regulator internet dan media Rusia, Roskomnadzor, mengumumkan pihaknya telah memblokir aplikasi Snapchat dan platform gim Roblox, dengan alasan keduanya digunakan untuk aktivitas ekstremis dan teroris.
Dalam pernyataannya, dikutip dari Business Insider, Jumat (5/12/2025), Roskomnadzor menyebut Snapchat telah tidak dapat diakses di Rusia sejak 10 Oktober 2025, meski keputusan resminya baru diumumkan pada Kamis (4/12/2025).
“Menurut aparat penegak hukum, Snapchat digunakan untuk mengorganisir dan melakukan aktivitas teroris di Rusia, merekrut pelaku, serta melakukan penipuan dan kejahatan lainnya terhadap warga,” tulis pernyataan resmi regulator tersebut.
Sehari sebelumnya, Roskomnadzor juga menyampaikan alasan serupa terhadap pemblokiran Roblox. Ia menuduh platform tersebut menyebarkan propaganda yang mendorong aktivitas ekstremis atau teroris.
Regulator itu juga menuding Roblox digunakan untuk menyebarkan informasi LGBT, yang dalam peraturan Rusia dikategorikan sebagai konten ekstremis.
Selain kedua platform itu, Roskomnadzor juga mengumumkan pembatasan tambahan terhadap layanan panggilan video FaceTime milik Apple.
Perwakilan Roblox mengatakan kepada Business Insider, perusahaan memiliki komitmen kuat terhadap keamanan dan terus melakukan langkah proaktif untuk mendeteksi dan mencegah konten berbahaya.
“Kami menghormati regulasi lokal di negara tempat kami beroperasi dan percaya Roblox menyediakan ruang positif untuk belajar, berkreativitas, dan berinteraksi secara bermakna bagi semua orang,” ujar juru bicara Roblox.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
TNI AL Perkuat Armada Laut dengan Kapal Nirawak Buatan RI
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Pemadaman Listrik di Surabaya Sempat Ganggu Stasiun dan Fasilitas Umum




