ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bahaya Gim Roblox bagi Anak-anak, Apa Kata Penelitian?

Jumat, 8 Agustus 2025 | 17:31 WIB
MF
MF
Penulis: Muhammad Firman | Editor: MF
Penelitian terbaru ungkap bahaya Roblox bagi anak-anak.
Penelitian terbaru ungkap bahaya Roblox bagi anak-anak. (Pexels/Pixabay)

Jakarta, Beritasatu.com - Roblox merupakan salah satu platform permainan daring paling populer di dunia, terutama di kalangan anak-anak. Dengan lebih dari 85 juta pengguna aktif harian pada tahun 2024, sekitar 40% di antaranya berusia di bawah 13 tahun.

Platform ini memungkinkan pengguna untuk bermain dan membuat gim sendiri, sekaligus berinteraksi secara sosial dengan pengguna lain melalui obrolan, baik teks maupun suara.

Namun, di balik tampilannya yang ramah anak, penelitian terbaru mengungkapkan adanya berbagai risiko serius yang patut diwaspadai. Apa saja bahaya yang dapat ditimbulkan gim Roblox ini?

Temuan Penelitian yang Mengkhawatirkan

Dilansir dari laporan investigatif The Guardian, lembaga penelitian Revealing Reality menunjukkan bahwa Roblox, meski diklaim aman untuk anak-anak, masih menyimpan banyak celah keamanan.

ADVERTISEMENT

Dalam studi tersebut, akun-akun uji coba yang dibuat dengan identitas anak-anak dapat dengan mudah mengakses konten sugestif, berbicara dengan orang dewasa tanpa verifikasi usia yang memadai, hingga menyaksikan aktivitas yang bersifat seksual melalui obrolan suara.

Laporan tersebut juga menemukan bahwa kontrol keamanan yang ada belum cukup efektif. Fitur-fitur baru yang diumumkan oleh Roblox untuk memperkuat pengawasan orang tua dinilai belum mampu menutup celah-celah yang ada.

Anak-anak masih bisa menerima ajakan dari pengguna dewasa, bahkan untuk berbagi kontak media sosial pribadi seperti Snapchat, meski sistem penyaringan telah diterapkan.

Dunia Virtual yang Tak Sepenuhnya Aman

Roblox menyebut dirinya sebagai "dunia virtual terbaik" dengan jutaan gim interaktif. Namun, sebagian besar kontennya berasal dari pengguna, bukan dikurasi oleh Roblox sendiri.

Hal ini membuka peluang munculnya konten yang tidak pantas, seperti avatar berpakaian vulgar, permainan bertema seksual, hingga ujaran kekerasan yang terekam dalam obrolan suara.

Pihak Roblox menyatakan telah menambahkan lebih dari 40 fitur keamanan baru sepanjang tahun 2024, serta mendukung undang-undang seperti Kode Desain yang Sesuai Usia dari California dan Inggris.

Namun, laporan dari Hindenburg Research menyebut bahwa langkah-langkah ini masih belum cukup. Bahkan, mereka menyebut Roblox sebagai "neraka pedofil untuk anak-anak", karena menjadi tempat berkembangnya konten terlarang dan perilaku predator.

Masalah Regulasi dan Moderasi

Roblox juga dinilai belum sepenuhnya tunduk pada regulasi yang mengatur platform daring anak-anak di berbagai negara, terutama di Eropa.

Karena kantor pusatnya tidak berada di wilayah hukum tertentu, platform ini tidak memenuhi syarat sebagai platform daring besar dalam Undang-Undang Layanan Digital Uni Eropa, sehingga pengawasan pemerintah pun menjadi terbatas.

Masalah utama lainnya adalah moderasi konten. Meskipun Roblox memproses lebih dari 50.000 pesan obrolan setiap detik dan mengandalkan teknologi AI untuk moderasi, tetap saja banyak kasus predator lolos dari pengawasan.

Investigasi Bloomberg Businessweek melaporkan bahwa sejak 2018, di AS saja, setidaknya dua lusin orang telah ditangkap karena menculik atau melecehkan anak-anak yang mereka temui melalui Roblox.

Dampak Psikologis pada Anak-anak

Banyak orang tua melaporkan dampak negatif setelah anak-anak mereka mengakses konten di Roblox.

Kisah yang dikumpulkan The Guardian menyebut seorang anak perempuan berusia sembilan tahun mengalami serangan panik setelah melihat adegan seksual di dalam gim, sementara seorang anak laki-laki berusia sepuluh tahun dirayu oleh orang dewasa yang ditemuinya di platform.

Kasus-kasus ini menyoroti betapa besar pengaruh lingkungan daring terhadap kondisi psikologis anak.

Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua?

Meski Roblox menyediakan fitur kontrol orang tua seperti pengaturan batas usia, waktu bermain, dan pembatasan interaksi sosial, sistem ini tetap membutuhkan pendampingan aktif dari orang tua. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  1. Tunda pemberian akses ke Roblox hingga anak cukup matang secara perkembangan.
  2. Pastikan anak menggunakan perangkat di tempat yang mudah dipantau.
  3. Aktifkan semua fitur kontrol orang tua dan pelajari cara kerjanya.
  4. Rutin berdiskusi dengan anak tentang pengalaman mereka saat bermain daring.
  5. Ajarkan anak mengenali bahaya dan pentingnya menjaga privasi.

Roblox memang menawarkan dunia virtual yang kreatif dan menyenangkan bagi anak-anak, namun platform ini juga menyimpan potensi bahaya serius yang tidak bisa diabaikan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Roblox Patuhi PP Tunas, Keamanan Anak Kini Diperketat

Roblox Patuhi PP Tunas, Keamanan Anak Kini Diperketat

NASIONAL
BNPT Ungkap Modus Rekrutmen Anak via Voice Chat Roblox

BNPT Ungkap Modus Rekrutmen Anak via Voice Chat Roblox

NASIONAL
Soal PP Tunas, Perwakilan Kantor Pusat Roblox Bakal Temui Menkomdigi

Soal PP Tunas, Perwakilan Kantor Pusat Roblox Bakal Temui Menkomdigi

OTOTEKNO
Kemenkomdigi Minta Roblox Patuhi PP Tunas untuk Keamanan Anak

Kemenkomdigi Minta Roblox Patuhi PP Tunas untuk Keamanan Anak

EKONOMI
Kemenkomdigi Masih Minta Roblox Lakukan Pembenahan

Kemenkomdigi Masih Minta Roblox Lakukan Pembenahan

OTOTEKNO
Roblox dan YouTube Terancam Diblokir Kemenkomdigi

Roblox dan YouTube Terancam Diblokir Kemenkomdigi

OTOTEKNO

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon