ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Baterai Drone Lebih Rentan Terbakar Dibanding Kendaraan Listrik?

Selasa, 9 Desember 2025 | 21:33 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Baterai kendaraan listrik punya standar lebih tinggi ketimbang drone.
Baterai kendaraan listrik punya standar lebih tinggi ketimbang drone. (Google)

Jakarta, Beritasatu.com – Kebakaran gedung Terra Drone di kawasan Cempaka Putih, Kemayoran, Jakarta Pusat, terus bertambah. Data terakhir menyebutkan 22 orang meninggal dunia.

Kebakaran tersebut disebut karena adanya api dari baterai drone. Sebagian besar drone menggunakan baterai lithium-ion atau yang biasa disebut Li-Ion. Kebakaran baterai lithium dikenal sulit dipadamkan, dapat menyala selama berhari-hari, serta berpotensi menyala kembali.

Seperti dilansir dari evfiresafe, baterai drone dinilai lebih rentan terbakar dibandingkan baterai kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). Perbedaan ini dipengaruhi faktor konstruksi, standar keselamatan, serta sistem perlindungan yang digunakan pada masing-masing perangkat.

ADVERTISEMENT

Dari sisi konstruksi, baterai lithium polymer (LiPo) yang umum digunakan pada drone memakai kemasan soft pouch yang lebih lunak dan rentan mengalami kerusakan fisik, seperti tertusuk atau tertekan. Kondisi ini meningkatkan risiko kebakaran.

Sebaliknya, baterai lithium-ion EV umumnya memiliki selubung logam yang lebih kokoh serta lapisan perlindungan berlapis untuk meningkatkan daya tahan.

Dari sisi regulasi, baterai EV berada di bawah standar keselamatan otomotif yang ketat.

Industri otomotif bekerja sama dengan lembaga pemerintah untuk menyusun standar keselamatan dan pedoman mitigasi risiko, termasuk penggunaan battery management system (BMS) yang canggih, manajemen suhu, serta pengujian komprehensif guna meminimalkan risiko kebakaran.

Sementara itu, baterai drone konsumen tidak selalu tunduk pada standar yang sama ketatnya. Banyak sel LiPo disebut tidak sepenuhnya mengikuti standar keselamatan seperti direktif UL1604, sehingga potensi insiden menjadi lebih tinggi jika baterai salah ditangani.

Pada sisi lain, data insiden kebakaran yang beredar di berbagai laporan media menunjukkan baterai lithium-ion skala kecil, seperti pada sepeda listrik, skuter listrik, dan drone, lebih sering terlibat dalam kasus kebakaran.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Industri Baterai Mobil Listrik Dikuasai China, Korea Selatan Tertekan

Industri Baterai Mobil Listrik Dikuasai China, Korea Selatan Tertekan

OTOTEKNO
Mimpi Isi Daya Mobil Listrik 12 Menit Makin Dekat

Mimpi Isi Daya Mobil Listrik 12 Menit Makin Dekat

OTOTEKNO
Bukan Solid-State, Baterai Ini Lebih Bertenaga untuk Mobil Listrik

Bukan Solid-State, Baterai Ini Lebih Bertenaga untuk Mobil Listrik

OTOTEKNO
Studi Ungkap Bahan Baru Baterai Mobil Listrik Pengganti Nikel-Kobalt

Studi Ungkap Bahan Baru Baterai Mobil Listrik Pengganti Nikel-Kobalt

OTOTEKNO
Pasar Baterai EV Berbasis Nikel Diproyeksikan Terus Meningkat

Pasar Baterai EV Berbasis Nikel Diproyeksikan Terus Meningkat

OTOTEKNO
Proyek Ekosistem Baterai EV Lanjutkan Paket 30 GWh Peninggalan LG

Proyek Ekosistem Baterai EV Lanjutkan Paket 30 GWh Peninggalan LG

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT