Tunjuk Pelatih Baru, Timnas China Bidik Lolos Piala Dunia 2030
Selasa, 6 Januari 2026 | 12:38 WIB
Beijing, Beritasatu.com - Tim nasional (timnas) China menunjuk Shao Jiayi sebagai pelatih baru. Secara terbuka Shao Jiayi menyatakan ambisinya membawa timnas China tampil di Piala Dunia 2030. Pernyataan tersebut disampaikannya saat memimpin pemusatan latihan perdana di bawah kepemimpinannya di Zhaoqing, Provinsi Guangdong, China selatan.
“Bagi pemain, tampil di Piala Dunia adalah mimpi tertinggi. Sebagai pelatih, itu juga mimpi yang sama. Setiap pelatih tim nasional memiliki impian itu, tidak ada yang perlu disembunyikan,” ujar Shao kepada Xinhua.
Shao resmi ditunjuk sebagai pelatih timnas China pada November 2025 setelah sebelumnya menangani Qingdao West Coast. Pelatih berusia 45 tahun itu menegaskan target harus jelas agar seluruh tim memiliki arah yang sama.
Dua bulan sejak pengangkatannya, Shao mengaku menyadari sepenuhnya tekanan besar yang melekat pada posisi pelatih kepala tim nasional.
“Saya merasa bangga sekaligus gugup ketika menerima tugas ini. Tanggung jawabnya sangat besar dan rasa urgensi itu selalu ada,” kata Shao.
Ia menilai tantangan terbesar adalah membuktikan semangat juang di lapangan sekaligus menghadirkan hasil yang diharapkan publik sepak bola China.
China sendiri terakhir kali tampil di putaran final Piala Dunia pada edisi 2002. Setelah itu, mereka selalu gagal lolos dalam enam kualifikasi berikutnya. Rentetan kekalahan dari Arab Saudi, Australia, dan Indonesia pada 2025 kembali menegaskan jarak China dengan kekuatan utama Asia.
“Kami memahami sepenuhnya kondisi dan kesulitan sepak bola China saat ini. Karena itu, kami harus melangkah dengan rendah hati, memperkuat fondasi tim, dan maju secara bertahap,” ujar Shao.
Bangun Kepercayaan Diri
Shao menekankan prioritas utamanya adalah mengembalikan kepercayaan diri tim nasional, dimulai dari dirinya sendiri. “Saya tidak bisa menjanjikan kelolosan ke Piala Dunia, tetapi tujuan itu jelas dan kami akan berjuang sekuat tenaga,” tegasnya.
Sebelum Shao, timnas China telah berganti pelatih hingga 10 kali dalam satu dekade terakhir, termasuk nama besar seperti Marcello Lippi, tetapi belum membuahkan hasil signifikan.
Sebagai mantan pemain, Shao memiliki rekam jejak mentereng. Ia menghabiskan sembilan tahun berkarier di liga profesional Jerman bersama 1860 Munich, Energie Cottbus, dan Duisburg, dengan total 168 penampilan dan 24 gol.
Dalam staf kepelatihannya, Shao didukung pelatih kebugaran Telmo Noval serta asisten Reiner Maurer, sosok yang telah lama bekerja bersamanya sejak di Jerman.
Shao juga menaruh keyakinan besar pada kualitas pemain saat ini. Menurutnya, banyak pemain China yang memiliki potensi untuk bersaing di liga top Eropa.
“Sepak bola telah banyak berubah dalam 20 tahun terakhir. Tempo permainan meningkat, dan pemain kita juga terus berkembang,” katanya.
Seusai menjalani pemusatan latihan di Zhaoqing, timnas China dijadwalkan bertolak ke Dubai, Uni Emirat Arab, untuk melakoni pertandingan persahabatan. Shao menegaskan bahwa setiap laga tetap krusial meski tidak ada turnamen besar pada 2026.
“Kepercayaan diri tidak dibangun lewat kata-kata, tetapi melalui latihan, persiapan matang, dan pertandingan,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




