Isu Shin Tae-yong Padam, Ini Penyebab China Sulit Cari Pelatih Top
Selasa, 8 Juli 2025 | 11:06 WIB
Beijing, Beritasatu.com – Rendahnya gaji dan kurangnya daya tarik membuat timnas China kesulitan merekrut pelatih berkualitas, menurut laporan media setempat. Situasi ini dinilai wajar oleh publik sepak bola domestik, meskipun berdampak besar pada performa tim nasional.
Pada 14 Juni 2025, Asosiasi Sepak Bola Tiongkok (CFA) resmi memecat pelatih Branko Ivankovic seusai kegagalan tim lolos ke babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Sebagai solusi sementara, CFA menunjuk pelatih tim U-20 Dejan Djurjevic sebagai pelatih interim untuk ajang Piala Asia Timur 2025 di Korea Selatan.
Media Tianjin Daily melaporkan bahwa kondisi saat ini menyulitkan CFA untuk merekrut pelatih yang mampu memenuhi ekspektasi publik. “Fondasi tim nasional lemah, gaji yang ditawarkan kecil, dan tekanannya sangat tinggi. Pelatih kelas dunia bahkan tidak pernah mempertimbangkan opsi ke China,” tulis media tersebut.
Anggaran CFA untuk pelatih kepala diperkirakan hanya sebesar US$ 1,2 juta (sekitar Rp 19,4 miliar) hingga US$ 1,8 juta (sekitar Rp 29 miliar) per tahun. Angka ini jauh dari era keemasan, saat pelatih Italia Marcello Lippi dibayar hingga US$ 28 juta (sekitar Rp 454 miliar) per tahun saat menangani timnas China pada 2016 hingga 2019, menurut France Football.
PascaLippi, CFA mempekerjakan nama-nama kurang dikenal seperti Li Tie, Li Xiaopeng, Aleksandar Jankovic, dan terakhir Ivankovic. CFA berencana menunjuk pelatih permanen baru pada September 2025.
- Daftar kandidat mencakup nama-nama seperti:
Paulo Bento (Portugal), eks pelatih Korea Selatan dan Portugal.
Felix Sanchez (Spanyol), membawa Qatar ke Piala Dunia 2022 dan kini melatih Al Sadd.
Shin Tae-yong (Korea Selatan), mantan pelatih Indonesia yang santer dikaitkan dengan posisi pelatih China.
Namun, rumor mengenai Shin Tae-yong perlahan memudar karena resistensi opini publik China terhadap pelatih asal Korea Selatan itu. Artikel Tianjin Daily menyebut, pelatih baru pasti punya kekurangan.
"Bedanya hanya pada, apakah itu kesalahan taktik seperti Ivankovic, minim pengalaman seperti Djurjevic, atau bias publik seperti Shin Tae-yong,” tulisnya.
China membuka Piala Asia Timur 2025 dengan kekalahan telak 0-3 dari Korea Selatan pada laga pembuka di Stadion Yongin Mireu, 7 Juli 2025. Dalam turnamen ini, China akan melawan Jepang pada 12 Juli dan Hong Kong pada 15 Juli 2025.
Dengan minimnya persiapan dan pergantian pelatih yang belum tuntas, tantangan besar menanti timnas China, baik di kompetisi regional maupun menuju siklus kualifikasi internasional mendatang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




