Arsenal vs MU: Ujian Juara atau Kebangkitan Setan Merah
Kamis, 22 Januari 2026 | 23:07 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pertemuan antara Arsenal dan Manchester United (MU) selalu memiliki sejarah panjang dalam sepak bola Inggris. Meski sempat dianggap kehilangan pesonanya dibandingkan era persaingan sengit Sir Alex Ferguson dan Arsene Wenger, akhir pekan ini laga tersebut diprediksi akan kembali membara.
Arsenal yang kini nyaman di puncak klasemen harus bersiap menjamu MU yang datang dengan semangat baru di bawah kendali manajer sementara, Michael Carrick pada Minggu, 25 Januari 2026. Arsenal saat ini tengah berada di jalur yang tepat untuk mengakhiri puasa gelar Liga Inggris selama dua dekade.
Setelah tiga musim berturut-turut hanya menjadi runner-up, tim asuhan Mikel Arteta kini unggul tujuh poin dari para pesaing terdekatnya, Manchester City dan Aston Villa. Keunggulan ini memberikan rasa percaya diri tinggi bagi publik London Utara bahwa tahun 2026 adalah tahun kejayaan mereka.
Namun, situasi di kubu Manchester United berubah drastis dalam sekejap. Pemecatan Ruben Amorim bulan ini awalnya dianggap sebagai babak kelam lainnya bagi klub, tetapi penunjukan Michael Carrick justru memicu reaksi yang luar biasa. Pekan lalu, MU berhasil menghancurkan Manchester City dengan skor 2-0 lewat gaya permainan menyerang yang atraktif, sebuah performa yang sudah lama dirindukan oleh para penggemarnya.
Kemenangan impresif MU atas City seolah menjadi peringatan bagi Arsenal. Meskipun Arsenal memiliki catatan bagus dengan memenangkan lima dari enam pertemuan terakhir mereka melawan MU di liga, kewaspadaan tetap menjadi kunci.
“Pasalnya, dalam dua pertandingan liga terakhir, Arsenal hanya mampu bermain imbang tanpa gol, sebuah tanda bahwa ketajaman lini depan mereka sedang sedikit menurun,” tulis Channel News Asia, Kamis (22/1/2026).
Di sisi lain, Manchester United yang saat ini berada di posisi kelima klasemen memiliki ambisi besar untuk kembali ke Liga Champions. Meski tertinggal 15 poin dari Arsenal, mereka hanya terpaut satu poin dari Liverpool di posisi keempat. Kemenangan di markas Arsenal bukan hanya soal gengsi, melainkan langkah nyata untuk membuktikan bahwa kebangkitan mereka pekan lalu bukanlah sebuah keberuntungan semata.
Sementara itu, sang juara bertahan Manchester City sedang berupaya keluar dari tren negatif. Kekalahan di Old Trafford dan hasil memalukan di Liga Champions melawan Bodo/Glimt membuat posisi mereka terancam. Akhir pekan ini, City dijadwalkan menjamu tim papan bawah Wolverhampton Wanderers sebagai upaya untuk mengatur ulang fokus dan mengejar ketertinggalan poin dari Arsenal.
Kondisi tim-tim besar lainnya juga tidak kalah menarik. Aston Villa yang sempat tergelincir harus menghadapi ujian berat saat bertandang ke markas Newcastle United. Sementara itu, Liverpool yang berada di posisi keempat mendapatkan angin segar dengan kembalinya Mo Salah dari Piala Afrika, yang diharapkan bisa membantu mereka menjauh dari kejaran MU dan Chelsea dalam perebutan zona Liga Champions.
Persaingan di papan bawah dan kursi kepelatihan pun kian memanas. Manajer Tottenham, Thomas Frank, tengah berada di bawah tekanan besar meski baru saja meraih kemenangan di kancah Eropa. Jika gagal meraih hasil positif saat melawan Burnley akhir pekan ini, posisinya diprediksi akan kembali terancam. Seluruh drama ini menjadikan pekan pertandingan Liga Inggris kali ini sebagai salah satu yang paling krusial di musim 2025-2026.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




