Vinicius Brace, Arema Libas Semen Padang di Kanjuruhan
Minggu, 15 Februari 2026 | 19:37 WIB
Malang, Beritasatu.com – Arema FC meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Semen Padang FC dalam lanjutan kompetisi BRI Super League di Stadion Kanjuruhan, Minggu (15/2/2026).
Kemenangan Arema FC ditentukan oleh dua gol (brace) dari Joel Vinicius serta satu gol tambahan dari Gustavo Franca. Hasil ini mempertegas dominasi Singo Edan di kandang sendiri sekaligus menjaga tren positif mereka di Super League.
Sejak peluit awal dibunyikan, Semen Padang tampil agresif dan langsung menekan pertahanan Arema FC. Permainan cepat tim tamu sempat merepotkan lini belakang tuan rumah hingga pertengahan babak pertama.
Namun, memasuki menit ke-25, lini tengah Arema FC mulai mengambil alih kendali permainan. Gabriel Silva, Gustavo Franca, dan Valdeci Moreira tampil disiplin dan taktis untuk menopang pergerakan Dalberto Luan serta Vinicius di lini depan.
Saat menyerang, Arema menerapkan formasi 4-2-4 dengan empat pemain langsung menusuk ke pertahanan lawan. Skema ini membuat barisan belakang Semen Padang kewalahan mengantisipasi serangan bertubi-tubi.
Gol pembuka akhirnya tercipta pada menit ke-29. Joel Vinicius sukses memaksimalkan umpan terukur dari Gustavo Franca dan melepaskan tendangan akurat yang tak mampu dibendung kiper Semen Padang.
Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Arema FC tetap tampil agresif. Tekanan terus dilancarkan sejak menit awal.
Pada menit ke-51, Gustavo Franca menggandakan keunggulan melalui tendangan keras yang membuat kiper Rendy Oscario “mati langkah”. Gol ini semakin meningkatkan kepercayaan diri tuan rumah.
Tak butuh waktu lama, Joel Vinicius kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-58 setelah menerima umpan terobosan matang dari Valdeci Moreira. Skor berubah menjadi 3-0.
Semen Padang sempat berusaha bangkit. Rendy Oscario bahkan melakukan penyelamatan penting dengan menepis tendangan placing Gabriel Silva dari dalam kotak penalti.
Namun, hingga wasit Steven Yubel Poli meniup peluit panjang, skor tetap 3-0 untuk kemenangan Arema FC.
Keberhasilan Arema FC tak lepas dari fleksibilitas taktik. Saat menyerang, mereka menggunakan formasi 4-2-4. Ketika bertahan, skema berubah menjadi 4-1-4-1 dan 4-3-3 saat membangun serangan dari bawah.
Kombinasi permainan kolektif di lini tengah serta efektivitas lini depan menjadi pembeda dalam laga ini. Brace Joel Vinicius menegaskan perannya sebagai ujung tombak utama Singo Edan musim ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Jet AS Rontok di Iran, Ini Daftar Peristiwa yang Memalukan Amerika




