Hadir di Pertemuan Dewan Perdamaian Trump, Bos FIFA Diselidiki IOC
Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:23 WIB
Milan, Beritasatu.com – Komite Olimpiade Internasional (IOC) mengumumkan akan menyelidiki kehadiran Presiden FIFA Gianni Infantino, dalam pertemuan pembukaan Dewan Perdamaian di Amerika Serikat. Investigasi ini berkaitan dengan dugaan pelanggaran kode etik dan netralitas politik.
Informasi tersebut diungkapkan oleh Presiden IOC, Kirsty Coventry, pada konferensi pers di sela-sela Olimpiade Musim Dinim Milan-Cortina 2026, Jumat (20/2/2026). Coventry menegaskan bahwa IOC tidak mengetahui bahwa salah satu anggotanya memegang peran sentral dalam pertemuan politik di Washington tersebut.
"Saya tidak tahu bahwa ada anggota IOC yang tampil di posisi sentral seperti itu," ujar Coventry.
"Setelah laporan jurnalis ini, kami akan meninjaunya. Piagam Olimpiade dengan jelas menguraikan apa yang diharapkan dari para anggota,” tegasnya.
Selain menjabat Presiden FIFA, Infantino merupakan anggota aktif IOC. Pada pertemuan Kamis (19/2/ 2026), ia hadir di antara para pemimpin negara dalam dewan yang dibentuk Presiden AS Donald Trump.
Dalam sorotan kamera, Infantino tampak mengenakan topi merah bertuliskan "USA" dan angka "45-47", merujuk pada masa jabatan Trump. Pada acara tersebut, ia mengumumkan kerja sama besar antara FIFA dan Dewan Perdamaian untuk rekonstruksi Jalur Gaza. FIFA berencana membangun stadion nasional berkapasitas 20.000 kursi, akademi modern, serta puluhan lapangan sepak bola di wilayah konflik tersebut.
Pelanggaran Piagam Olimpiade
Piagam Olimpiade secara tegas mewajibkan anggotanya bertindak independen dari kepentingan politik dan komersial. Anggota dilarang menerima instruksi dari organisasi atau pemerintah mana pun yang dapat memengaruhi kebebasan bertindak mereka.
"IOC akan terus menjaga netralitas politik. Ini adalah satu-satunya cara untuk memastikan keadilan dalam kompetisi," tegas Coventry.
Kedekatan Infantino dan Trump sebenarnya telah memicu kontroversi sejak Januari 2025. Sebelumnya, mantan Presiden Komite Pengelola FIFA, Miguel Maduro, menuduh Infantino melanggar aturan netralitas setelah ia secara terbuka menyatakan harus mendukung apa yang dilakukan Trump.
Organisasi nirlaba FairSquare juga telah mengajukan pengaduan resmi kepada Komite Etika FIFA terkait pemberian "Hadiah Perdamaian FIFA" kepada Trump pada Desember 2025 lalu.
Menanggapi rencana penyelidikan IOC, penasihat Presiden Trump, Alex Bruesewitz, memberikan pembelaan keras. Melalui media sosial, ia menyebut upaya menargetkan Infantino sebagai hal yang tidak masuk akal.
"Orang-orang ini gila. Bayangkan menargetkan seseorang hanya karena mereka mencoba membantu Presiden Trump membawa perdamaian ke dunia. Infantino adalah presiden FIFA terbaik yang pernah ada," tulis Bruesewitz.
Penyelidikan ini diprediksi akan menjadi babak baru ketegangan antara otoritas olahraga dunia dan manuver politik di panggung internasional.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
BMKG Warning! Jakarta Diprakirakan Diguyur Hujan Lebat Malam Ini




