ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Hadir di Pertemuan Dewan Perdamaian Trump, Bos FIFA Diselidiki IOC

Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:23 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Presiden FIFA Gianni Infantino berbicara pada pertemuan Dewan Perdamaian di Institut Perdamaian AS, Kamis, 19 Februari 2026, di Washington.
Presiden FIFA Gianni Infantino berbicara pada pertemuan Dewan Perdamaian di Institut Perdamaian AS, Kamis, 19 Februari 2026, di Washington. (AP/AP)

Milan, Beritasatu.com –  Komite Olimpiade Internasional (IOC) mengumumkan akan menyelidiki kehadiran Presiden FIFA Gianni Infantino, dalam pertemuan pembukaan Dewan Perdamaian di Amerika Serikat. Investigasi ini berkaitan dengan dugaan pelanggaran kode etik dan netralitas politik.

Informasi tersebut diungkapkan oleh Presiden IOC, Kirsty Coventry, pada konferensi pers di sela-sela Olimpiade Musim Dinim Milan-Cortina 2026, Jumat (20/2/2026). Coventry menegaskan bahwa IOC tidak mengetahui bahwa salah satu anggotanya memegang peran sentral dalam pertemuan politik di Washington tersebut.

"Saya tidak tahu bahwa ada anggota IOC yang tampil di posisi sentral seperti itu," ujar Coventry.

ADVERTISEMENT

"Setelah laporan jurnalis ini, kami akan meninjaunya. Piagam Olimpiade dengan jelas menguraikan apa yang diharapkan dari para anggota,” tegasnya.

Selain menjabat Presiden FIFA, Infantino merupakan anggota aktif IOC. Pada pertemuan Kamis (19/2/ 2026), ia hadir di antara para pemimpin negara dalam dewan yang dibentuk Presiden AS Donald Trump.

Dalam sorotan kamera, Infantino tampak mengenakan topi merah bertuliskan "USA" dan angka "45-47", merujuk pada masa jabatan Trump. Pada acara tersebut, ia mengumumkan kerja sama besar antara FIFA dan Dewan Perdamaian untuk rekonstruksi Jalur Gaza. FIFA berencana membangun stadion nasional berkapasitas 20.000 kursi, akademi modern, serta puluhan lapangan sepak bola di wilayah konflik tersebut.

Pelanggaran Piagam Olimpiade

Piagam Olimpiade secara tegas mewajibkan anggotanya bertindak independen dari kepentingan politik dan komersial. Anggota dilarang menerima instruksi dari organisasi atau pemerintah mana pun yang dapat memengaruhi kebebasan bertindak mereka.

"IOC akan terus menjaga netralitas politik. Ini adalah satu-satunya cara untuk memastikan keadilan dalam kompetisi," tegas Coventry.

Kedekatan Infantino dan Trump sebenarnya telah memicu kontroversi sejak Januari 2025. Sebelumnya, mantan Presiden Komite Pengelola FIFA, Miguel Maduro, menuduh Infantino melanggar aturan netralitas setelah ia secara terbuka menyatakan harus mendukung apa yang dilakukan Trump.

Organisasi nirlaba FairSquare juga telah mengajukan pengaduan resmi kepada Komite Etika FIFA terkait pemberian "Hadiah Perdamaian FIFA" kepada Trump pada Desember 2025 lalu.

Menanggapi rencana penyelidikan IOC, penasihat Presiden Trump, Alex Bruesewitz, memberikan pembelaan keras. Melalui media sosial, ia menyebut upaya menargetkan Infantino sebagai hal yang tidak masuk akal.

"Orang-orang ini gila. Bayangkan menargetkan seseorang hanya karena mereka mencoba membantu Presiden Trump membawa perdamaian ke dunia. Infantino adalah presiden FIFA terbaik yang pernah ada," tulis Bruesewitz.

Penyelidikan ini diprediksi akan menjadi babak baru ketegangan antara otoritas olahraga dunia dan manuver politik di panggung internasional.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Naik 7 Kali Lipat! Harga Tiket Final Piala Dunia 2026 Bikin Melongo

Naik 7 Kali Lipat! Harga Tiket Final Piala Dunia 2026 Bikin Melongo

SPORT
Tiket Final Piala Dunia 2026 Tembus Rp 186 Juta, FIFA Tuai Kritik

Tiket Final Piala Dunia 2026 Tembus Rp 186 Juta, FIFA Tuai Kritik

SPORT
Iran vs AS Memanas, FIFA Tegaskan Tak Ada Rencana B di Piala Dunia

Iran vs AS Memanas, FIFA Tegaskan Tak Ada Rencana B di Piala Dunia

SPORT
Ancam Kehadiran Timnas Iran, Bisakah FIFA Hukum AS seperti Indonesia?

Ancam Kehadiran Timnas Iran, Bisakah FIFA Hukum AS seperti Indonesia?

SPORT
Indonesia Raih FIFA Forward Gold Award

Indonesia Raih FIFA Forward Gold Award

SPORT
Presiden FIFA: Trump Izinkan Iran Tampil pada Piala Dunia 2026

Presiden FIFA: Trump Izinkan Iran Tampil pada Piala Dunia 2026

SPORT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT