Bisa Raih Quadruple, Guardiola Singgung Peran Rodri bagi Man City
Sabtu, 21 Februari 2026 | 20:01 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pelatih Manchester City, Josep Guardiola, menyebut gelandang Rodrigo Hernandez Cascante alias Rodri akan menjadi sosok penting dalam perburuan gelar pada fase akhir musim 2025/2026.
Kubu Man City masih berpeluang meraih empat trofi musim ini, salah satunya saat tampil pada final Piala Liga Inggris bulan depan. Selain itu mereka masih bersaing pada papan atas kompetisi Premier League, serta telah lolos ke fase gugur UEFA Champions League, dan babak 16 besar FA Cup.
Rodri tampil di semua kompetisi sembari menyelesaikan tahap akhir pemulihan cedera lutut yang dialaminya pada September 2024. Guardiola mengakui sang gelandang belum sepenuhnya kembali ke performa terbaiknya seperti saat meraih Ballon d'Or 2024.
Meski begitu, pengaruh Rodri tetap besar di dalam tim saat ini. Mantan pelatih FC Barcelona itu sepenuhnya percaya pada kualitas permainan Rodri, meski sudah terbilang senior dari segi usia.
“Rodri adalah Rodri. Di usianya sekarang, dia lebih bijak dan memahami permainan,” ujar Guardiola.
“Ada pemain seperti Phil (Foden - gelandang Manchester City) yang mengatakan ketika dia berada di lapangan, dia bukan hanya rekan setim, tetapi seperti seorang manajer. Kami menjadi lebih baik, kami merasa lebih percaya diri. Itu soal pengalaman dan timing,” ucapnya.
Sejak bergabung pada 2019, Rodri menjadi pilar penting dalam berbagai gelar Man City. Dengan banyaknya pemain baru dalam beberapa jendela bursa transfer terakhir, Guardiola menilai kehadiran pemain berpengalaman sangat vital.
“Saya tidak perlu banyak memberi tahu dia karena kami sudah melalui jutaan pertemuan dan pertandingan bersama,” kata Guardiola.
Rodri sempat bermain di Piala Dunia Antarklub musim panas lalu, meski baru pulih dari cedera. Ia lantas harus kembali absen pada periode November dan Desember 2025 akibat cedera hamstring.
Kini, ia mulai konsisten bermain, tampil penuh 90 menit dalam lima dari tujuh laga terakhir Man City di Premier League. Guardiola mengakui bahwa timnya sempat terburu-buru memainkannya.
“Keinginan kami untuk mendapatkannya kembali, begitu juga keinginannya sendiri, membuat kami terburu-buru dan itulah sebabnya prosesnya jadi lebih lama. Itu pelajaran yang bagus. Tubuh manusia punya proses dan butuh waktu untuk pulih,” kata Guardiola.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




