ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bukan Arsenal dan Bayern, Ini Kandidat Juara UCL Pilihan Ancelotti

Jumat, 24 April 2026 | 14:09 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, tiba saat menghadiri pengundian Piala Dunia 2026 di Kennedy Center, Washington, Jumat, 5 Desember 2025.
Pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, tiba saat menghadiri pengundian Piala Dunia 2026 di Kennedy Center, Washington, Jumat, 5 Desember 2025. (AP/Julia Demaree Nikhinson)

Roma, Beritasatu.com -  Pelatih Carlo Ancelotti menjagokan Paris Saint-Germain (PSG) sebagai kandidat terkuat juara Liga Champions (UCL) 2026. Ia menilai klub asal Prancis itu memiliki keseimbangan permainan yang lebih baik dibanding rivalnya.

PSG akan menghadapi Bayern Munchen di semifinal pada 28 April 2026 dan 6 Mei 2026. Sementara semifinal lainnya mempertemukan Atletico Madrid melawan Arsenal pada 29 April 2026 dan 5 Mei 2026. Dua pemenang akan bertemu di final yang digelar di Puskas Arena, Hungaria, pada 30 Mei 2026.

Saat ditanya mengenai kandidat juara, Ancelotti tanpa ragu menunjuk PSG. “PSG adalah pilihan saya,” ujarnya kepada Il Giornale.

ADVERTISEMENT

Menurut pelatih tim nasional Brasil itu, PSG mampu menjaga keseimbangan antara lini serang dan pertahanan. Sebaliknya, ia menilai Bayern terlalu bergantung pada tekanan tinggi yang berisiko membuka celah di lini belakang.

Ancelotti juga menyoroti banyaknya kesalahan defensif dalam pertandingan fase gugur musim ini. “Dengan begitu banyak gol, ada juga banyak kesalahan dari para bek dan penjaga gawang. Tim harus membangun permainan dari lini belakang dengan baik,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kecerobohan sekecil apa pun bisa berujung fatal di level tertinggi seperti Liga Champions.

Pada babak perempat final, Bayern sukses menyingkirkan Real Madrid dengan agregat 6-4. Namun, performa mereka dinilai belum sepenuhnya solid, termasuk saat tertinggal beberapa kali dalam pertandingan.

Sementara itu, duel Atletico Madrid kontra Barcelona juga berlangsung dramatis. Barcelona harus tersingkir setelah kehilangan keunggulan akibat kartu merah dan serangan balik cepat Atletico.

Di sisi lain, PSG tampil lebih konsisten. Tim asuhan Luis Enrique berhasil menjaga clean sheet dalam dua laga melawan Liverpool dan menang agregat 4-0.

Ancelotti menilai pendekatan Enrique menjadi kunci keberhasilan PSG. Selain mengandalkan intensitas tinggi, PSG juga disiplin dalam bertahan dengan melibatkan pemain depan membantu lini belakang.

Musim sebelumnya, PSG mencatat sejarah dengan menjuarai Liga Champions untuk pertama kalinya setelah mengalahkan Inter Milan 5-0 di final.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon