ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Piala Dunia: Terjerat Pengaturan Skor, Elye Wahi Absen Lawan Jerman

Kamis, 18 Juni 2026 | 18:16 WIB
BW
BW
Penulis: Bernadus Wijayaka | Editor: BW
Penyerang Pantai Gading Elye Wahi (kanan) dan rekannya Nicolas Pepe bereaksi setelah gagal memanfaatkan peluang saat menghadapi Ekuador pada laga grup E Piala Dunia 2026 di Philadelphia, Minggu 14 Juni 2026. Wahi dipastikan absen saat Pantai Gading menghadapi Jerman karena tidak memperoleh izin masuk ke Kanada di tengah penyelidikan dugaan pengaturan skor.
Penyerang Pantai Gading Elye Wahi (kanan) dan rekannya Nicolas Pepe bereaksi setelah gagal memanfaatkan peluang saat menghadapi Ekuador pada laga grup E Piala Dunia 2026 di Philadelphia, Minggu 14 Juni 2026. Wahi dipastikan absen saat Pantai Gading menghadapi Jerman karena tidak memperoleh izin masuk ke Kanada di tengah penyelidikan dugaan pengaturan skor. (AP/Matt Slocum)

Toronto, Beritasatu.com - Tim nasional Pantai Gading dipastikan tanpa Elye Wahi saat menghadapi Jerman pada laga grup Piala Dunia 2026 di Toronto, Sabtu (20/6/2026). Penyerang berusia 23 tahun tersebut tidak mendapatkan izin untuk memasuki wilayah Kanada di tengah penyelidikan dugaan pengaturan skor yang sedang menjerat namanya.

Federasi Sepak Bola Pantai Gading (FIF) menyatakan, Elye Wahi tidak dapat ikut terbang bersama skuad karena proses administrasi untuk memasuki Kanada belum mendapatkan persetujuan.
"Perizinan administratif yang diperlukan untuk masuk ke wilayah Kanada belum dapat diperoleh pada tahap ini," demikian pernyataan federasi.

Wahi sebelumnya tampil sebagai starter saat Pantai Gading mengalahkan Ekuador 1-0 pada laga pembuka Piala Dunia di Philadelphia, Senin (15/6/2026). Selama tim berada di Kanada, ia akan tetap tinggal di Amerika Serikat hingga rombongan kembali.

ADVERTISEMENT

Kasus yang menyeret nama Wahi mencuat setelah Liga Prancis mengungkap adanya jumlah taruhan yang tidak biasa dari berbagai negara terkait kemungkinan sang pemain menerima kartu kuning dalam pertandingan Ligue 1 antara Nice dan Metz pada 17 Mei 2026.

Dalam laga yang berakhir tanpa gol tersebut, Wahi memang menerima kartu kuning. Aktivitas taruhan mencurigakan itu kemudian dilaporkan kepada kepolisian, otoritas perjudian, serta Federasi Sepak Bola Prancis untuk ditindaklanjuti.

Kantor Kejaksaan Marseille mengonfirmasi seorang pesepak bola profesional berusia 23 tahun yang bermain di Ligue 1 sempat ditahan untuk dimintai keterangan pada 29 Mei 2026 sebagai bagian dari penyelidikan.

Penyidikan tersebut mencakup dugaan tindak pidana penipuan terorganisasi, korupsi olahraga terorganisasi, penadahan, serta pencucian uang. Namun, setelah diperiksa, pemain tersebut dibebaskan dan tidak ditahan lebih lanjut.

Hingga kini, pihak Wahi belum memberikan komentar resmi terkait kasus tersebut.

Sementara itu, Federasi Sepak Bola Pantai Gading menegaskan belum menerima pemberitahuan resmi mengenai proses hukum maupun administrasi yang melibatkan pemain tersebut.

"Dalam periode yang sangat sensitif ini, FIF memberikan dukungan penuh kepada pemain dan tetap menaruh kepercayaan kepadanya. Elye Wahi tetap menjadi anggota penting tim nasional Pantai Gading," tulis federasi.

Wahi tampil cukup impresif sepanjang paruh kedua musim lalu. Setelah bergabung dengan Nice sebagai pemain pinjaman dari klub Jerman, Eintracht Frankfurt, pada Januari, ia mencetak sembilan gol dalam 18 pertandingan di semua kompetisi.

Salah satu kontribusi terbesarnya datang pada laga play-off promosi-degradasi Ligue 1 ketika ia mencetak dua gol dalam kemenangan 4-1 atas AS Saint-Étienne, yang memastikan Nice bertahan di kasta tertinggi sepak bola Prancis.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon