ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Tak Berani Sentuh Patung Rocky, Fan Brasil Takut Kutukan Piala Dunia

Jumat, 19 Juni 2026 | 10:20 WIB
BW
BW
Penulis: Bernadus Wijayaka | Editor: BW
Suporter Brasil berkumpul dan memberikan dukungan di kawasan Rocky Steps, Philadelphia, menjelang pertandingan grup C Piala Dunia 2026 antara Brasil dan Haiti, Kamis 18 Juni 2026. Para pendukung Selecao memadati lokasi ikonik tersebut sambil merayakan kedatangan tim mereka di Kota Philadelphia.
Suporter Brasil berkumpul dan memberikan dukungan di kawasan Rocky Steps, Philadelphia, menjelang pertandingan grup C Piala Dunia 2026 antara Brasil dan Haiti, Kamis 18 Juni 2026. Para pendukung Selecao memadati lokasi ikonik tersebut sambil merayakan kedatangan tim mereka di Kota Philadelphia. (AP/Petr David Josek)

Philadelphia, Beritasatu.com — Suporter Brasil yang datang ke Philadelphia untuk mendukung tim kesayangannya pada Piala Dunia 2026 memilih bersikap hati-hati saat mengunjungi patung Rocky yang terkenal di tangga Philadelphia Museum of Art. Tidak satu pun dari mereka berani memasangkan jersei atau atribut tim nasional Brasil pada patung tersebut karena khawatir terkena "kutukan Rocky" yang belakangan ramai diperbincangkan.

Sepanjang Kamis (18/6/2026), para pendukung Brasil yang datang untuk berfoto dan berswafoto dengan patung setinggi hampir tiga meter itu membiarkannya tetap seperti semula, hanya mengenakan celana tinju dan sepatu perunggu khas karakter Rocky Balboa.

Kepercayaan mengenai kutukan Rocky bukanlah hal baru di Philadelphia. Selama bertahun-tahun, para penggemar olahraga Amerika meyakini bahwa tim tamu yang memasangkan jersei, syal, topi, atau atribut klub mereka pada patung Rocky akan berakhir dengan kekalahan saat bertanding melawan tim asal Philadelphia.

ADVERTISEMENT

Mitos tersebut kini meluas hingga ke sepak bola. Pada Piala Dunia 2026, suporter Ekuador sempat menggelar perayaan besar di kawasan tangga Rocky. Mereka bernyanyi, menari, mengibarkan bendera, bahkan mengenakan jersei tim nasional Ekuador pada patung tersebut dan mengalungkan bendera negara mereka di leher Rocky.

Namun, hasilnya tidak sesuai harapan. Pantai Gading justru menang 1-0 atas Ekuador berkat gol Amad Diallo pada menit ke-90. Kekalahan itu makin memperkuat keyakinan sebagian orang terhadap mitos kutukan Rocky.

Peristiwa tersebut membuat kelompok suporter Brasil Green and Yellow Movement segera mengeluarkan peringatan melalui media sosial kepada para pendukung yang datang ke Philadelphia. "PERHATIAN SUPORTER!" tulis mereka dalam unggahan Instagram.

Pesan yang diterjemahkan ke bahasa Inggris berbunyi, "Dilarang keras memasangkan jersei Brasil pada patung Rocky di Philadelphia!"

Peringatan itu tidak hanya datang dari sesama suporter. Akun promosi pariwisata Pennsylvania, Visit PA, juga ikut mengingatkan para pengunjung asing agar tidak mengusik patung yang menjadi ikon kota tersebut.

"Tak terhitung tim olahraga yang pernah mengenakan warna mereka pada Patung Rocky dan kemudian kalah. Ekuador mendandani Rocky akhir pekan lalu. Kebetulan? Sejarah tampaknya mengatakan tidak," tulis Visit PA.

Mereka menambahkan dengan nada bercanda, "Philadelphia tidak sabar menyambut Anda, tetapi Rocky tidak membutuhkan jersei Anda."

Sejumlah orang berpose di depan patung Rocky di Philadelphia selama Piala Dunia FIFA 2026, Jumat 12 Juni 2026. Patung ikonik tersebut menjadi salah satu lokasi favorit wisatawan dan suporter untuk berfoto di tengah berlangsungnya turnamen. - (AP/Petr David Josek)
Sejumlah orang berpose di depan patung Rocky di Philadelphia selama Piala Dunia FIFA 2026, Jumat 12 Juni 2026. Patung ikonik tersebut menjadi salah satu lokasi favorit wisatawan dan suporter untuk berfoto di tengah berlangsungnya turnamen. - (AP/Petr David Josek)

Peringatan itu tampaknya benar-benar dipatuhi. Ratusan pendukung Brasil yang memadati area tangga Rocky sepanjang hari hanya berpose dengan gaya khas Rocky, mengangkat kedua tangan ke udara seperti saat karakter itu merayakan kemenangan dalam film-filmnya.

Patung Rocky bahkan dijaga secara khusus. Area di sekitarnya dipasangi pembatas layaknya ring tinju dan empat petugas berjaga di setiap sudut untuk memastikan para pengunjung tidak melakukan tindakan berlebihan terhadap patung tersebut.

"Ini adalah momen penting bagi Brasil," kata Lorival Guerreiro yang datang dari Kota Limeira.

"Mereka mempromosikan tempat ini untuk perayaan sebelum pertandingan. Orang-orang Brasil datang ke sini untuk merayakan tim kami," lanjutnya.

Patung Rocky memiliki sejarah panjang di Philadelphia. Setelah digunakan dalam proses syuting film-film Rocky yang dibintangi Sylvester Stallone, patung tersebut sempat menjadi perdebatan antara pihak museum dan warga kota. Setelah beberapa kali dipindahkan, akhirnya patung itu ditempatkan secara permanen di kawasan tangga museum pada 2006 dan menjadi salah satu destinasi wisata paling populer di Philadelphia.

Menurut Philadelphia Visitor Center, sekitar 4 juta orang mengunjungi tangga Rocky setiap tahun, jumlah yang hampir menyamai kunjungan ke Liberty Bell. Belakangan, patung tersebut dipindahkan ke bagian atas tangga sehingga semakin mudah terlihat oleh wisatawan.

Salah satu pengunjung, Roberto De Freitas, warga asal Porto Alegre yang kini tinggal di Florida, datang ke lokasi dengan mengenakan atribut Brasil dari kepala hingga kaki, termasuk sepatu berwarna hijau. Ia menghadiri Piala Dunia ketiganya dan berencana menyaksikan langsung laga Brasil melawan Haiti.

De Freitas berharap Brasil bisa mengikuti semangat juang Rocky dan menambah koleksi gelar juara dunia mereka.

"Kami punya lima gelar juara dunia. Sekarang kami sedang berusaha mendapatkan yang keenam," ujarnya.

Sebelum datang ke lokasi, De Freitas mengaku belum pernah mendengar soal kutukan Rocky. Namun, setelah mengetahui cerita tersebut, ia langsung memastikan tidak akan mencoba memasangkan jersei Brasil pada patung itu.

"Benarkah begitu?" katanya sambil tertawa.

"Kalau begitu saya pasti tidak akan melakukannya,” tambahnya.

Menariknya, De Freitas juga mengaku film Rocky merupakan favoritnya dari seluruh seri yang pernah dibuat.

Sementara itu, toko suvenir Rocky yang berada di dasar tangga dipadati wisatawan dari berbagai negara. Mereka berburu kaus bertema Rocky hingga boneka karakter Clubber Lang yang diperankan oleh Mr T.

Jurnalis olahraga Peru, Jampool Cuadros Estrada, bahkan terlihat mencoba jubah tinju ala Rocky untuk kebutuhan liputan Piala Dunia.

Philadelphia sendiri memiliki hubungan yang cukup dekat dengan Brasil. Kota tersebut menjadi rumah bagi hampir 6.000 imigran kelahiran Brasil. Selain itu, pada 2024, tim NFL Philadelphia Eagles membuka musim yang berujung gelar Super Bowl dengan pertandingan di Brasil melawan Green Bay Packers.

Di lapangan, Brasil datang ke pertandingan melawan Haiti dengan tekanan besar. Juara dunia lima kali itu belum tampil meyakinkan setelah ditahan imbang Maroko 1-1 pada laga pembuka. Gol penyelamat dicetak oleh Vinícius Júnior pada menit ke-32.

Kini Brasil harus menghadapi Haiti, negara termiskin di belahan barat yang tampil pada Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1974. Meski berstatus underdog, Haiti diyakini bisa memberikan kejutan.

Musisi Haiti, Wyclef Jean, bahkan menyebut kondisi tersebut justru menguntungkan negaranya.
"Brasil memiliki tekanan. Haiti memiliki kebebasan. Terkadang kebebasan adalah hal paling berbahaya di lapangan. Saya tidak sabar menantikannya!" tulis Wyclef di media sosial.

Bagi para pendukung Brasil, ancaman Haiti mungkin menjadi perhatian utama. Namun, setidaknya mereka tidak ingin menambah satu lawan lagi berupa kutukan Rocky yang sudah lama menjadi legenda di Philadelphia.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Misi Wajib Menang Brasil Kontra Kuda Hitam Haiti di Piala Dunia 2026

Misi Wajib Menang Brasil Kontra Kuda Hitam Haiti di Piala Dunia 2026

MULTIMEDIA
Awal Suram Tim Asal Amerika Selatan pada Piala Dunia 2026

Awal Suram Tim Asal Amerika Selatan pada Piala Dunia 2026

SPORT
Tim-tim Amerika Selatan Awali Piala Dunia 2026 dengan Mengecewakan

Tim-tim Amerika Selatan Awali Piala Dunia 2026 dengan Mengecewakan

SPORT
Lupa Tali Pengaman, Gadis 21 Tahun Tewas Saat Bungee Jumping

Lupa Tali Pengaman, Gadis 21 Tahun Tewas Saat Bungee Jumping

INTERNASIONAL
Prediksi Piala Dunia 2026: Brasil vs Maroko, Ujian Awal Kandidat Juara

Prediksi Piala Dunia 2026: Brasil vs Maroko, Ujian Awal Kandidat Juara

SPORT
Jelang Piala Dunia, Warisan Pele Tetap Hidup di Kota Santos

Jelang Piala Dunia, Warisan Pele Tetap Hidup di Kota Santos

SPORT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon