ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Awer Mabel, Kisah Pengungsi Kenya yang Kini Main pada Piala Dunia 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:57 WIB
BW
BW
Penulis: Bernadus Wijayaka | Editor: BW
Pemain Australia Awer Mabil saat pertandingan persahabatan internasional melawan Curacao di Melbourne, Australia, pada 31 Maret 2026.
Pemain Australia Awer Mabil saat pertandingan persahabatan internasional melawan Curacao di Melbourne, Australia, pada 31 Maret 2026. (AP/Asanka Brendon Ratnayake)

Alameda, Beritasatu.com - Wajah Awer Mabil seketika berubah menjadi penuh kebahagiaan. Ia tersenyum lebar dan tampak berusaha menahan emosinya, sebuah reaksi yang tak ia duga sebelumnya dalam suasana konferensi pers seusai latihan tim nasional Australia.

Namun, momen itu bukan dipicu hasil pertandingan, melainkan refleksi mendalam yang membawanya kembali pada masa kecilnya yang penuh tantangan sebagai pengungsi, sebelum akhirnya mendapat kesempatan baru untuk hidup di Australia.

Dalam sesi media tersebut, Awer Mabil melihat sosok yang dikenalnya di antara audiens, yakni David Basheer, komentator lama jaringan SBS Australia. Basheer baru saja mengajukan pertanyaan jelang laga Piala Dunia Australia melawan Amerika Serikat di Seattle, Jumat (19/6/2026).

ADVERTISEMENT

“Saya tumbuh dengan menonton Anda,” kata Mabil, yang tampak terkejut hingga meminta Basheer mengulangi pertanyaannya.

Momen emosional itu menjadi sorotan di tengah tekanan turnamen besar 4 tahunan, sekaligus memperlihatkan sisi humanis Awerr Mabil sebagai salah satu wajah penting Australia pada Piala Dunia 2026, terlepas dari menit bermain yang ia dapatkan.

Pemain berusia 30 tahun itu lahir di Kakuma, Kenya, dari orang tua asal Sudan Selatan yang melarikan diri dari perang saudara. Ia kemudian pindah ke Australia pada usia 10 tahun melalui program resettlement kemanusiaan, dan mulai bermain sepak bola di Adelaide, Australia Selatan.

Kisahnya kembali ia angkat pada Pekan Pengungsi Dunia yang bertepatan dengan Hari Pengungsi Sedunia.

“Ini Pekan Pengungsi, dan saya ingin mengatakan kepada siapa pun yang terpaksa meninggalkan rumahnya di seluruh dunia bahwa kami bersama kalian,” ujar Mabil.

“Kami berada di panggung besar sekarang, di turnamen besar, dan saya ingin menunjukkan semuanya mungkin, jadi teruslah berjuang,” tambah Awer Mabil.

Mabil juga terlibat dalam video kampanye keberagaman jelang Piala Dunia yang viral dengan pesan: “No matter where you come from, football is for everyone (Tidak peduli dari mana Anda berasal, sepak bola adalah untuk semua orang).”

Ia menyebut dirinya sebagai “kakak” bagi rekan setimnya Mo Touré dan Nestory Irankunda, sesama pemain dengan latar belakang pengungsi dari Afrika. Irankunda bahkan mencatat sejarah sebagai pencetak gol termuda Australia pada Piala Dunia saat kemenangan 2-0 atas Turki.

Bek Australia Alessandro Circati menegaskan timnya ingin mengubah persepsi dunia terhadap Socceroos. “Saya berharap kami mulai mendapatkan lebih banyak respek. Saya tidak ingin selamanya menjadi tim underdog,” katanya Circati, yang lahir di Italia.

Mabil sendiri baru tampil sebagai pemain pengganti dalam dua laga fase grup pada Piala Dunia sebelumnya, dan belum dimainkan pada laga pembuka tahun ini. Namun, ia tetap menjadi figur penting di ruang ganti.

“Saya bangga dengan para pemain,” ujarnya.

“Banyak dari mereka datang dari Adelaide, dan itu menunjukkan kekuatan komunitas sepak bola kami,” lanjut dia.

Di luar lapangan, para pemain Australia menikmati kebersamaan di pusat latihan mereka di Claremont Resort and Club, termasuk fasilitas seperti omelet bar. Mereka juga berlatih di bekas markas tim NFL Oakland Raiders.

Sebagai pemain senior, Mabil mengaku harus menjadi panutan bagi pemain muda, meski ia menyebut perannya tidak selalu mudah.

“Kadang ingin menegur mereka,” ujarnya sambil tertawa.

“Namun, saya harus hadir untuk mereka. Tidak ada yang punya semua jawaban. Yang penting kami tetap saling mendukung dan menjaga kebersamaan di turnamen seperti ini,” tambahnya pemain kelahiran Kakuma, Kenya 15 September 1995 ini.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon