Demam Piala Dunia Ubah Desa Pambusuang di Polman Jadi Kampung Bola
Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:47 WIB
Polewali, Beritasatu.com – Demam Piala Dunia 2026 mulai terasa di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Menyambut turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut, warga Desa Pambusuang, Kecamatan Balanipa, kompak menyulap lingkungan tempat tinggal mereka menjadi "Kampung Bola".
Atmosfer Piala Dunia langsung terasa sejak memasuki kawasan desa. Sebuah spanduk besar bertema Piala Dunia 2026 terpasang di pintu masuk kampung untuk menyambut para pengunjung.
Sepanjang jalan dan lorong desa, bendera berbagai negara peserta Piala Dunia 2026 terlihat berkibar di depan rumah warga. Ukurannya pun beragam, mulai dari satu meter hingga bendera raksasa sepanjang sembilan meter.
Tidak hanya memasang bendera, warga juga menghias rumah mereka dengan berbagai ornamen bertema sepak bola. Dinding rumah dipenuhi mural dan lukisan yang menampilkan logo negara peserta, jadwal pertandingan, hingga gambar pemain bintang favorit.
Salah seorang warga Desa Pambusuang, Nasaruddin, mengatakan tradisi menghias kampung sudah menjadi kebiasaan masyarakat setempat setiap kali berlangsung turnamen sepak bola internasional.
"Memang seluruh pemuda di sini sejak bertahun-tahun lalu sudah menjadi pencinta bola. Setiap ada event besar, baik itu Piala Eropa, Copa America, apalagi Piala Dunia, kegiatan anak-anak di sini pasti ramai," ujar Nasaruddin.
Menurut Nasaruddin, persiapan menyambut Piala Dunia 2026 telah dilakukan sejak beberapa bulan lalu. Seluruh dekorasi dibuat secara swadaya oleh warga sebagai bentuk kecintaan terhadap sepak bola.
Selain menghias kampung, warga juga menyiapkan lokasi untuk menyaksikan pertandingan Piala Dunia 2026. Layar besar dan sistem suara telah dipasang guna memberikan pengalaman menonton yang lebih meriah bagi masyarakat.
"Kampung kami sengaja dihiasi untuk memeriahkan Piala Dunia. Mulai dari umbul-umbul, pintu gerbang, bahkan peralatan rumah dan motor pun dicat atau dibungkus stiker sesuai dengan idola masing-masing. Di sini juga nanti ada nobar (menonton bareng, Red), layarnya sudah terpasang, termasuk fasilitas pendukung seperti sound system," lanjutnya.
Saat ditanya mengenai tim favorit warga Pambusuang, Nasaruddin menyebut dua kekuatan besar Amerika Selatan masih menjadi pilihan utama masyarakat.
"Kalau saya lihat, mayoritas masyarakat di sini menjagokan Argentina dan Brasil," ujarnya kepada Beritasatu.com, Selasa (16/6/2026).
Tingginya antusiasme warga membuat Desa Pambusuang kini dikenal sebagai Kampung Bola. Kreativitas dan semangat kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat menjadi bukti sepak bola tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mampu mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




