Wagub Sulsel Sumbang Gaji untuk Lawan Stunting dan Anak Putus Sekolah
Rabu, 30 April 2025 | 20:18 WIB
Makassar, Beritasatu.com - Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Wagub Sulsel), Fatmawati Rusdi menyumbangkan gajinya memerangi stunting dan anak putus sekolah. Fatmawati melakukan itu sebagai penegasan komitmennya untuk turut serta secara langsung dalam upaya penanganan stunting dan pendidikan anak.
Mantan wakil wali kota Makassar itu menyatakan seluruh gaji bulanannya akan disumbangkan untuk program penurunan angka stunting dan menekan jumlah anak putus sekolah di Sulsel.
“Saya nyatakan hari ini, gaji saya setiap bulan saya peruntukkan untuk mengatasi penurunan angka stunting di Sulsel dan juga menekan angka putus sekolah, karena kita masih memiliki 140.000 anak yang tidak sekolah,” ujar wagub Sulsel ini di Baruga Asta Cita, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Kota Makassar, Rabu (30/4/2025).
Di hadapan ratusan perempuan dari berbagai organisasi wanita dan Ketua TP-PKK kabupaten/kota se-Sulsel, Fatmawati menekankan bahwa peringatan Hari Kartini harus menjadi refleksi nyata terhadap perjuangan RA Kartini dalam memperjuangkan kesetaraan dan peran strategis perempuan.
Ia menggarisbawahi bahwa saat ini banyak posisi penting diisi oleh perempuan di Sulsel, termasuk dirinya sebagai wakil gubernur perempuan pertama, ketua DPRD provinsi, serta kepala dan wakil kepala daerah perempuan. Namun, menurutnya, keberadaan itu harus memberi dampak, bukan sekadar simbolik.
“Kita tidak ingin hanya menjadi pemanis belaka. Kita harus memberi outcome yang nyata, memberi manfaat. Posisi kita sekarang tidak akan selamanya, jadi manfaatkan untuk menebar manfaat,” tuturnya.
Fatmawati pun mengajak seluruh ketua PKK di kabupaten/kota se-Sulsel untuk berkolaborasi dan menyuplai data akurat terkait kondisi stunting di daerah masing-masing. Ia menyampaikan bahwa Pemprov akan melakukan intervensi langsung selama tiga bulan ke depan di 502 lokus desa dan kelurahan yang tersebar di seluruh Sulsel.
“Mohon bantuannya, ibu-ibu semua, agar intervensi ini tepat sasaran. Mari kita saling berpegangan tangan, saling bahu-membahu. Saya yakin dan percaya kehadiran kita semua di sini dengan kolaborasi yang baik, kita dapat mencapai target penurunan stunting,” ajaknya.
Tak hanya soal stunting, Fatmawati juga menyoroti tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk di lingkungan pendidikan dan rumah ibadah. Untuk itu, ia menyatakan telah berdiskusi dengan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman untuk merumuskan peraturan gubernur (pergub) yang memberi sanksi tegas bagi pelaku kekerasan, terutama di sekolah.
“Jika pelakunya adalah tenaga pendidik, maka akan langsung dinonaktifkan. Tidak ada maaf untuk pelaku kekerasan terhadap anak dan perempuan,” tegas wagub Sulsel ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




