Dramatis! Jenazah Korban Pesawat ATR Dievakuasi Helikopter Basarnas
Rabu, 21 Januari 2026 | 10:44 WIB
Makassar, Beritasatu.com - Tim SAR gabungan kembali melanjutkan proses evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di wilayah pegunungan perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Pada Rabu (22/1/2026) pagi, satu jenazah korban berjenis kelamin laki-laki berhasil dievakuasi menggunakan helikopter Basarnas jenis Dauphin HR-3601 dalam operasi yang berlangsung dramatis dan penuh tantangan.
Jenazah tersebut sebelumnya ditemukan di dasar jurang dengan kedalaman sekitar 200 meter pada Minggu (18/1/2026). Medan yang terjal serta kondisi geografis ekstrem membuat proses evakuasi tidak dapat dilakukan secara cepat. Tim SAR membutuhkan waktu beberapa hari untuk membawa jenazah dari dasar jurang menuju lokasi aman di punggungan Lampeso. Proses pemindahan ini akhirnya berhasil diselesaikan pada Selasa (20/1/2026).
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku On Scene Coordinator (OSC), Andi Sultan menjelaskan, pengangkatan jenazah dilakukan menggunakan metode hoist dengan teknik air landed.
“Korban dinaikkan ke helikopter dan langsung diterbangkan menuju Lanud Hasanuddin. Pada pukul 08.15 Wita helikopter mendarat, dan jenazah langsung diserahkan kepada tim DVI,” ujar Andi Sultan.
Helikopter Basarnas kemudian kembali mendarat di Lanud Hasanuddin pada pukul 08.18 Wita setelah menyelesaikan proses evakuasi. Seluruh rangkaian operasi berjalan sesuai prosedur keselamatan penerbangan dan standar operasi SAR nasional.
Setelah evakuasi jenazah pertama, operasi pencarian kembali dilanjutkan oleh tim SAR gabungan di sekitar kawasan Lampeso. Andi Sultan mengatakan pihaknya membagi personel ke dalam beberapa tim untuk memperluas area pencarian.
"Kami membagi beberapa tim. Tim yang berjumlah sekitar 30 personel dari Yon 433 ditambah personel Basarnas dan potensi SAR lainnya melanjutkan pencarian di sekitar Lampeso,” jelasnya.
Selain itu, tim SAR lainnya juga dikerahkan untuk melakukan penyisiran lanjutan dari Pos 9 jalur pendakian menuju lokasi penemuan jenazah kedua. Penyisiran dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan faktor keselamatan personel di lapangan.
Andi Sultan menegaskan, seluruh proses evakuasi dan pencarian berjalan aman dan lancar berkat koordinasi yang solid antarunsur SAR, TNI, serta relawan, didukung kondisi cuaca yang relatif kondusif pada pagi hari.
“Baik tim satu maupun tim dua terus bergerak sesuai sektor masing-masing untuk memastikan seluruh area pencarian dapat disisir secara maksimal,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




