ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Guru Honorer Palembang Ngaku Dipersulit Ikut PPPK dan Dipaksa Mundur

Sabtu, 4 Oktober 2025 | 16:46 WIB
AP
SM
Penulis: Andika Pratama | Editor: SMR
Guru honorer  SMAN 9 Palembang Veni Zeliana.
Guru honorer SMAN 9 Palembang Veni Zeliana. (Beritasatu.com/Andika Pratama)

Palembang, Beritasatu.com – Seorang guru honorer di Palembang, Sumatera Selatan bernama Veni Zeliana mengaku mendapat diskriminasi dan intimidasi di tempatnya mengabdi. Alih-alih mendapat dukungan untuk mengikuti seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), guru mata pelajaran sejarah itu justru diminta mundur dari sekolah tempatnya mengajar.

Veni yang telah mengabdikan diri di SMAN 9 Palembang sejak 22 November 2022 itu menceritakan cobaan yang dialaminya kepada awak media, Jumat (3/10/2025). Ia mengungkap sejak November 2024 kariernya di sekolah tersebut seperti dipersulit.

“Saya sudah mengajar sejarah tingkat lanjut di kelas XI. Namun sejak tahun lalu, mata pelajaran itu tiba-tiba dihapus dari daftar paket sekolah. Alasannya, katanya cukup diampu tiga guru ASN yang sudah ada dan peminatnya sedikit. Padahal siswa-siswa saya justru sangat antusias,” keluh Veni dengan mata berkaca-kaca.

ADVERTISEMENT

Tak berhenti di situ, nasib malang Veni berlanjut ketika ia tidak direkomendasikan pihak sekolah untuk mengikuti seleksi PPPK tahap dua 2024. Ia mengaku telah memenuhi semua syarat, tetapi hanya dirinya yang tak dimasukkan namanya ke dalam daftar peserta.

“Nama saya tidak diusulkan pihak sekolah. Saya sudah coba klarifikasi, malah dipingpong ke sana ke mari tanpa jawaban jelas. Alasan mereka berubah-ubah. Saya merasa diperlakukan tidak adil,” ungkapnya.

Veni mengaku merasa difitnah dan diopinikan buruk sehingga kariernya seolah dipatahkan. Ia juga mengaku mendapat desakan halus untuk mengundurkan diri dan mencari sekolah lain.

“Saya hanya ingin keadilan. Siswa-siswa saya pun bertanya mengapa saya tidak lagi mengajar. Mereka tahu saya kompeten di bidang sejarah, tapi pelajaran sejarah tingkat lanjut malah dihapus. Saya merasa diperlakukan tidak layak sebagai guru yang sudah mengabdi,” ujarnya sambil menahan tangis.

Sementara itu, Kepala SMAN 9 Palembang Hamdani saat dikonfirmasi enggan memberikan keterangan. 

“Terima kasih informasinya. Agar mendapat berita berimbang, kami mengundang bapak untuk hadir di SMAN 9 Palembang, Senin (6/10/2025) pukul 09.00 WIB,” tulis Hamdani singkat melalui pesan WhatsApp.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ribuan Guru Honorer Ponorogo Tuntut Akses Dapodik Dibuka

Ribuan Guru Honorer Ponorogo Tuntut Akses Dapodik Dibuka

JAWA TIMUR
Tuntut Kesetaraan ASN, Ribuan Guru Madrasah Demo DPR

Tuntut Kesetaraan ASN, Ribuan Guru Madrasah Demo DPR

NASIONAL
Apakah PPPK Bisa Naik Jabatan atau Golongan seperti PNS? Ini Aturannya

Apakah PPPK Bisa Naik Jabatan atau Golongan seperti PNS? Ini Aturannya

NASIONAL
Oknum PPPK di Poso Diduga Terlibat Kekerasan Seksual

Oknum PPPK di Poso Diduga Terlibat Kekerasan Seksual

NUSANTARA
PPPK Bakal Terima Gaji Ke-13 2026, Berapa Besarannya?

PPPK Bakal Terima Gaji Ke-13 2026, Berapa Besarannya?

NASIONAL
Kemendagri Pastikan PPPK Berlanjut, Belanja Pegawai Tetap Ideal

Kemendagri Pastikan PPPK Berlanjut, Belanja Pegawai Tetap Ideal

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon