ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Disdik Sumsel Buka Suara Soal Guru Veni Zeliana Dipersulit Ikut PPPK

Selasa, 7 Oktober 2025 | 08:03 WIB
AP
SM
Penulis: Andika Pratama | Editor: SMR
Pengawas Jenjang SMA Dinas Pendidikan Sumatera Selatan  Syamsul Rizal.
Pengawas Jenjang SMA Dinas Pendidikan Sumatera Selatan Syamsul Rizal. (Beritasatu.com/Andika Pratama)

Palembang, Beritasatu.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Sumatera Selatan buka suara terkait viralnya kasus guru honorer SMAN 9 Palembang Veni Zeliana yang mengaku didiskriminasi hingga tak bisa mengikuti seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) dan dipaksa mundur.

Pengawas Jenjang SMA Disdik Sumsel Syamsul Rizal menjelaskan duduk perkara yang menimpa Veni. Menurutnya, berdasarkan data resmi, Veni mulai mengajar sebagai guru paruh waktu di SMAN 9 Palembang pada 2 November 2022, menggantikan guru mata pelajaran sejarah yang telah pensiun.

“Pada awal masuk, Bu Veni masih status guru pengganti karena SK resminya baru terbit pada semester genap, yakni Januari 2023,” kata Syamsul saat ditemui awak media, Senin (6/10/2025).

ADVERTISEMENT

Namun, pada semester yang sama, sekolah kedatangan dua guru ASN baru untuk mata pelajaran sejarah. Kehadiran mereka membuat pembagian jam pelajaran (JP) dirombak dan prioritas diberikan kepada guru yang sudah bersertifikasi.

“Jam pelajaran sejarah dipetakan untuk memenuhi kebutuhan guru bersertifikasi 24 JP dulu. Bu Veni hanya kebagian 2 JP karena sisanya sudah dipenuhi oleh guru yang bersertifikasi. Tahun ajaran 2023–2024 kondisinya tetap sama,” ujarnya.

Terkait klaim Veni yang menyebut dirinya memenuhi syarat untuk mengikuti seleksi PPPK, Syamsul mengaku tidak mengetahui detail data tersebut.

“Saya hanya menyampaikan data yang ada. Kalau memang secara administrasi Bu Veni memenuhi syarat, tentu akan kita klarifikasi dan cek kembali. Saya tidak berhak menghalangi hak siapa pun,” tegasnya.

Syamsul juga menuturkan pada Juli-Agustus 2025, Veni sempat mencoba mengisi database untuk mendaftar PPPK paruh waktu. Namun, saat proses pendaftaran online, namanya tidak muncul pada sistem.

“Saat mengisi aplikasi, otomatis ditolak karena tidak memenuhi syarat. Dari 14 nama guru SMAN 9 yang muncul di sistem, nama Bu Veni tidak ada,” ungkapnya.

Menurut Syamsul, persoalan ini bukanlah bentuk diskriminasi, melainkan terkait mekanisme antrean dan kelengkapan administrasi.

“Ini hanya soal menunggu giliran saja. Saya berharap semua pihak bisa bersabar karena tidak ada maksud untuk menghalangi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Veni Zeliana mengaku mendapat diskriminasi dan intimidasi. Dia bahkan diminta mundur dari sekolah tempatnya mengajar di SMAN Palembang dan tidak bisa mendaftar ikut seleksi PPPK.

“Saya sudah mengajar sejarah tingkat lanjut di kelas XI. Namun sejak tahun lalu, mata pelajaran itu tiba-tiba dihapus dari daftar paket sekolah. Alasannya, katanya cukup diampu tiga guru ASN yang sudah ada dan peminatnya sedikit. Padahal siswa-siswa saya justru sangat antusias,” kata Veni, Jumat (3/10/2025).

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Guru Honorer Palembang Ngaku Dipersulit Ikut PPPK dan Dipaksa Mundur

Guru Honorer Palembang Ngaku Dipersulit Ikut PPPK dan Dipaksa Mundur

SUMATERA SELATAN

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon