ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

376 Jemaah Haji Dievakuasi ke Hotel Deli Serdang setelah Ancaman Bom

Sabtu, 21 Juni 2025 | 19:32 WIB
PS
AD
Penulis: Panji Satrio | Editor: AD
Ilustrasi jamaah haji Indonesia penumpang Saudia Airlines
Ilustrasi jamaah haji Indonesia penumpang Saudia Airlines (Beritasatu.com/Whisnu Bagus Prasetyo)

Deli Serdang, Beritasatu.com - Pasca insiden ancaman bom yang menimpa pesawat Saudia Airlines, sebanyak 376 jemaah haji asal Jawa Timur telah dipindahkan ke sebuah hotel di Deli Serdang, Sumatera Utara, Sabtu (21/6/2025).

Ratusan jemaah ini merupakan penumpang pesawat Saudia Airlines SV 5688 yang melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Kualanamu, sekitar pukul 09.35 WIB.

Berdasarkan pantauan Beritasatu.com, satu per satu jemaah menaiki bus yang telah disiapkan pihak bandara untuk menuju tempat penginapan sementara. Mereka dijadwalkan kembali terbang menuju Surabaya pada Minggu dini hari.

ADVERTISEMENT

Salah satu jemaah, Samsul Hadi asal Jember, Jawa Timur, mengaku dalam kondisi sehat dan tidak mengetahui bahwa mereka mendarat darurat karena ancaman bom. Ia hanya mendengar kabar adanya dugaan sabotase setelah mendarat.

"Alhamdulillah kami di sini semua selamat dan sehat walafiat. Di pesawat tadi tidak ada pemberitahuan apa-apa resmi dari pihak maskapai, kita transit langsung disuruh keluar. Tapi kita tadi dapat informasi ada yang sabotase dari luar," kata Samsul.

Samsul juga membenarkan bahwa seluruh jemaah dijadwalkan terbang kembali ke Surabaya tengah malam nanti.

"Rencana balik insyaallah nanti malam," ujarnya.

Kepala Kantor Otoritas Bandara Wilayah II Medan Asri Santosa menyampaikan, ancaman tersebut diterima oleh pilot melalui informasi dari Oman dan segera dikonfirmasi oleh pihak maskapai. Atas dasar itu, pesawat yang berada di atas wilayah udara Banda Aceh segera dialihkan dan mendarat darurat di Kualanamu.

"Maskapai Saudia Airlines diduga mendapatkan ancaman bom, yang mana captain mendapatkan informasi dari Oman, kemudian dikonfirmasi dari perusahaannya memang benar diduga adanya bom. Karena posisi pesawat berada di atas Banda Aceh, maka segera harus landing di Bandara Internasional Kualanamu," ujar Asri.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim penjinak bom (jibom) dari Brimob Polda Sumatera Utara bersama tim Jihandak Kodam I/Bukit Barisan langsung melakukan proses sterilisasi terhadap pesawat untuk memastikan keamanan.

Diketahui, ini merupakan insiden kedua yang menimpa maskapai Saudia Airlines dalam tiga hari terakhir. Sebelumnya, pada Kamis (19/6/2025), pesawat Saudia Airlines SV 5276 yang mengangkut 442 jemaah asal Depok dari Jeddah menuju Jakarta juga mendarat darurat di Kualanamu setelah menerima ancaman bom via email.

Namun dalam kasus tersebut, penyisiran menyeluruh oleh tim gabungan TNI-Polri tidak menemukan bahan peledak maupun indikasi nyata adanya bom di pesawat.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Wamenhaj: Presiden Tekankan Keselamatan Jemaah Haji Jadi Prioritas

Wamenhaj: Presiden Tekankan Keselamatan Jemaah Haji Jadi Prioritas

NASIONAL
Pemerintah Siapkan Skenario Ubah Rute hingga Tunda Keberangkatan Haji

Pemerintah Siapkan Skenario Ubah Rute hingga Tunda Keberangkatan Haji

NASIONAL
Kemenhaj Siapkan 10 Mitigasi Umrah Saat Konflik Timur Tengah Memanas

Kemenhaj Siapkan 10 Mitigasi Umrah Saat Konflik Timur Tengah Memanas

NASIONAL
Wamenhaj Imbau Jemaah Haji Persiapkan Fisik dengan Baik

Wamenhaj Imbau Jemaah Haji Persiapkan Fisik dengan Baik

NASIONAL
Jemaah Haji Jatim Dibagi 2 Embarkasi mulai Musim Haji 2027

Jemaah Haji Jatim Dibagi 2 Embarkasi mulai Musim Haji 2027

JAWA TIMUR
Pelunasan Biaya Haji Tahap Ketiga Dibuka hingga 23 Januari

Pelunasan Biaya Haji Tahap Ketiga Dibuka hingga 23 Januari

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT