Tradisi Keramas Massal Warga Tangerang Sambut Ramadan di Cisadane
Selasa, 17 Februari 2026 | 18:30 WIB
Tangerang, Beritasatu.com - Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 H, warga Kelurahan Babakan, Kota Tangerang, menggelar tradisi keramas massal di bantaran Sungai Cisadane, Selasa (17/2/2026) sore. Tradisi yang dikenal sebagai “keramas bareng” ini telah berlangsung sekitar dua dekade dan terus dilestarikan, khususnya oleh warga RW 02.
Ketua panitia, Cucu Sudrajat, mengatakan kegiatan tersebut rutin digelar sejak 2005 dan masih bertahan hingga sekarang.
“Sudah kami lakukan sejak tahun 2005 sampai 2026 terakhir ini. Jadi kalau kita hitung mungkin sekitar 20 tahun kegiatan ini sudah dijadikan tradisi, adat istiadat dan kebiasaan bagi warga kami, khususnya di RW 02,” ujar Cucu di sela kegiatan.
Ia menyebut partisipasi warga terus meningkat setiap tahun. Pada 2026 ini, sekitar 500 orang diperkirakan ikut ambil bagian, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Peserta tidak hanya berasal dari RW 02, tetapi juga dari wilayah lain di sekitar Babakan.
“Alhamdulillah dari tahun ke tahun terus meningkat. Perkiraan kami sekitar 500 warga, baik khususnya dari lingkungan RW 02 maupun dari masyarakat lain yang ikut turut serta dalam acara Keramas Mareng,” katanya.
Menurut Cucu, tradisi ini bukan sekadar membersihkan diri secara fisik, tetapi juga mengandung pesan moral dan makna spiritual dalam menyambut Ramadan.
“Pertama pesan moralnya tentunya kita bersuka cita karena sebentar lagi kita akan menyambut bulan suci Ramadan. Selain keramas bareng, kami juga menyelenggarakan acara lain yang intinya untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga, khususnya di lingkungan RW 02,” jelasnya.
Ia juga berharap tradisi ini dapat menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan Sungai Cisadane.
“Khususnya untuk sungai Cisadane, kami juga berharap semoga bisa seperti dahulu, airnya bening. Walaupun agak sulit dilakukan, tetapi kami tetap berharap sungai yang kami cintai itu dapat bening kembali atau tidak terlalu kotor,” ungkapnya.
Salah satu peserta, Indah, mengaku senang dapat terlibat dalam kegiatan tahunan tersebut. Ia menilai keramas massal menjadi ajang kebersamaan di tengah kesibukan warga.
“Senang sekali bisa ikut keramas bareng seperti ini. Selain menyambut Ramadan, kita juga bisa kumpul dan silaturahmi dengan tetangga,” tuturnya.
Untuk menjaga keamanan, sejumlah petugas Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang disiagakan di sekitar lokasi, lengkap dengan perahu karet.
Tradisi keramas massal di bantaran Sungai Cisadane ini menjadi simbol kebersamaan, pembersihan lahir dan batin, serta harapan agar Ramadan dapat dijalani dengan hati yang lebih bersih dan penuh sukacita.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




