Harga Cabai dan Sayur di Pandeglang Meledak Menjelang Ramadan
Selasa, 17 Februari 2026 | 21:37 WIB
Pandeglang, Beritasatu.com - Menjelang Ramadan, harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional Kabupaten Pandeglang, Banten, mengalami lonjakan cukup tajam terjadi dalam sepekan terakhir dan didominasi komoditas bumbu dapur seperti cabai, bawang merah, hingga sayuran.
Berdasarkan pantauan di Pasar Tradisional Badak, Pandeglang, harga bawang merah kini menembus Rp 40.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp 30.000 per kilogram. Sementara itu, cabai merah melonjak dari Rp 35.000 menjadi Rp 60.000 per kilogram.
Kenaikan paling signifikan terjadi pada cabai oranye. Sebelumnya dijual Rp 60.000 per kilogram, kini harganya meroket hingga Rp 130.000 per kilogram. Tidak hanya itu, harga kol yang semula Rp 70.000 per kantong kini naik drastis menjadi Rp 130.000 hingga Rp 170.000 per kantong.
Salah seorang pedagang, Aas (46) mengungkapkan, hampir seluruh kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga dalam sepekan terakhir.
"Semua pada naik. Mulai dari kol, cabai merah, cabai oranye, dan bawang merah. Sudah sekitar semingguan ini naiknya," ujar pedagang, Aas kepada wartawan saat ditemui di lapak jualannya, Selasa (17/2/2026).
Menurutnya, kenaikan harga membuat pedagang terpaksa menyesuaikan harga jual. Bawang merah yang sebelumnya dijual Rp 30.000 per kilogram kini dijual Rp 40.000 per kilogram.
Cabai merah naik dari Rp 35.000 menjadi Rp 60.000 per kilogram, sementara cabai oranye melonjak lebih dari dua kali lipat.
Kondisi ini berdampak langsung pada omzet pedagang. Aas mengaku, pendapatannya turun hingga 50% akibat menurunnya daya beli masyarakat.
"Omzet pasti kena imbas. Kalau biasanya 100%, sekarang paling 50%. Jadi, setengahnya saja," katanya.
Ia menilai lonjakan harga dipicu meningkatnya permintaan menjelang perayaan Imlek serta mendekati Ramadan 2026. Meski demikian, stok barang di pasar masih relatif aman dan pasokan dari distributor juga lancar.
"Kalau stok ada, suplai juga lancar. Cuma kendalanya di harga saja, semuanya pada naik," tambahnya.
Sementara itu, kenaikan harga membuat pembeli mengurangi jumlah belanja. Biasanya membeli satu kilogram, kini banyak konsumen yang hanya membeli seperempat atau setengah kilogram.
Untuk cabai oranye, sebagian pembeli bahkan hanya membeli dalam jumlah sangat kecil.
"Pembeli tetap beli, tetapi dikurangi. Dari sekilo jadi seperempat atau setengah. Ada juga yang cuma beli sedikit sekali," ungkapnya.
Para pembeli mengaku terkejut dengan lonjakan harga yang dinilai terlalu tinggi. Beberapa komoditas bahkan mengalami kenaikan hingga dua kali lipat.
Lonjakan harga kebutuhan pokok ini menjadi perhatian masyarakat, terutama menjelang Ramadan yang biasanya diikuti peningkatan konsumsi rumah tangga.
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah pengendalian harga agar tidak semakin membebani masyarakat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




