Jelang Ramadan, Warga dan Anggota DPRD Lebak Perbaiki Jalan Rusak
Rabu, 18 Februari 2026 | 10:05 WIB
Lebak, Beritasatu.com - Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, ratusan warga Kampung Pasir Buntu, Desa Karang Pamidangan, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten, bergotong royong memperbaiki jalan rusak sepanjang kurang lebih 2 kilometer di ruas Jalan Kabupaten Kerta-Banjarsari-Pamidangan, Selasa (17/2/2026).
Aksi swadaya masyarakat tersebut dilakukan bersama anggota DPRD Provinsi Banten dari Fraksi PPP, Musa Weliansyah. Perbaikan menggunakan material batu dan agregat B sekitar 70 meter kubik atau setara 10 dump truck.
Berdasarkan video yang dilihat Beritasatu.com, warga dari kalangan pemuda, bapak-bapak, hingga ibu-ibu tampak antusias menambal sejumlah titik jalan berlubang. Mereka memasang batu dan meratakan badan jalan yang selama ini mengalami kerusakan cukup parah.
Kerusakan jalan di Kabupaten Lebak tersebut diketahui telah berlangsung bertahun-tahun dan belum mendapatkan perbaikan permanen. Kondisi itu terjadi di tengah kebijakan efisiensi anggaran daerah, sehingga berdampak pada mobilitas warga menuju pasar, kebun, sawah, hingga fasilitas pendidikan.
Perbaikan difokuskan di Jalan Poros Kabupaten Lebak ruas Kerta-Pasir Buntu dengan total panjang sekitar 11 kilometer. Dari total tersebut, sepanjang 2 kilometer mengalami rusak berat dan menjadi prioritas penanganan swadaya warga.
Musa Weliansyah mengatakan, sekitar 150 warga terlibat dalam kegiatan gotong royong tersebut, termasuk warga dari Desa Kertaraharja, Kecamatan Banjarsari.
"Ini bentuk kolaborasi saya sebagai anggota DPRD Provinsi Banten bersama masyarakat, khususnya Desa Karang Pamidangan. Material yang digunakan sekitar 70 meter kubik agregat B dan batu belah atau setara 10 dump truck," ujar Musa dalam keterangan video, Rabu (18/2/2026).
Ia menjelaskan, lima dump truck atau sekitar 35 meter kubik material dibantu oleh bupati Lebak dengan kontribusi Rp 4.000.000 untuk pembelian agregat B. Sementara itu, lima dump truck sisanya menggunakan dana pribadi Musa.
"Sebelum kegiatan bergotong royong dilakukan, saya komunikasikan dengan Bupati Lebak Pak Hasbi dan alhamdulillah beliau ikut berpartisipasi memberikan sumbangan sebesar Rp 4.000.000 untuk membayar agregat B sebanyak lima dump truck, sisanya saya menggunakan dana pribadi," katanya.
Menurut Musa, jalan tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Lebak. Namun, dengan keterbatasan anggaran pemeliharaan serta banyaknya ruas jalan kabupaten yang mengalami kerusakan, masyarakat memilih bergotong royong agar akses utama tetap dapat dilalui.
"Masyarakat tahu sebetulnya jalan tersebut adalah kewenangan pemerintah daerah Kabupaten Lebak. Namun, setelah saya sampaikan bahwa keuangan daerah terbatas, terutama anggaran pemeliharaan sementara banyak jalan kabupaten yang rusak, alhamdulillah mereka mau bergotong royong," jelasnya.
Ia mengaku terharu melihat antusiasme warga, terutama para ibu-ibu yang turut terlibat dalam kegiatan yang dilaksanakan dua hari menjelang Ramadan tersebut.
"Di saat sebagian masyarakat memanfaatkan waktu menjelang Ramadan untuk berwisata, warga Pasir Buntu justru memilih memperbaiki akses jalan yang menjadi kebutuhan dasar mereka sehari-hari," ungkapnya.
Jalan tersebut dinilai strategis karena menghubungkan wilayah Pasir Buntu menuju Curug Ciung di Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, hingga Pasar Kerta di Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak. Ruas ini menjadi akses penting bagi kendaraan roda dua maupun roda empat.
Musa berharap pada tahun anggaran mendatang pembangunan Jalan Poros Kabupaten Kerta-Pasir Buntu dapat menjadi prioritas, baik oleh Pemerintah Kabupaten Lebak maupun Pemerintah Provinsi Banten, sehingga dibangun secara permanen dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




